PSPK – 03 April 2026 | Stamford Bridge menjadi saksi duel sengit antara Arsenal Women dan Chelsea FC Women pada perempat final Liga Champions Wanita 2025/2026. Meskipun Arsenal tampil terlalu tajam dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-94 melalui Sjoeke Nusken, tim asuhan Sonia Bompastor harus menelan kekalahan agregat 3-2 setelah keunggulan satu gol di leg pertama tidak dapat dipertahankan.
Lucy Bronze, bek sayap veteran Timnas Inggris yang kini memperkuat Chelsea, menegaskan bahwa The Blues sebenarnya merupakan tim yang lebih baik dalam dua pertemuan tersebut. Menurut Bronze, perbedaan utama terletak pada ketajaman klinis Arsenal, terutama dalam menyelesaikan peluang di sepertiga akhir lapangan. “Tidak banyak lagi yang bisa kami lakukan di kedua leg. Kami adalah tim yang lebih baik, tetapi tidak cukup klinis. Itulah perbedaannya,” ucapnya kepada BBC setelah pertandingan berakhir.
Rangkuman Laga Kedua
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Arsenal mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya, namun pertahanan Chelsea tetap solid. Pada menit ke-31, Arsenal hampir memecah kebuntuan lewat tembakan jauh yang meleset tipis ke tiang gawang. Kesempatan serupa kembali muncul menjelang jeda, namun kiper Chelsea melakukan penyelamatan krusial.
Menjelang menit ke-70, Arsenal menambah tekanan dengan serangan berulang di sisi kanan sayap. Lucy Bronze kembali berperan aktif, menahan serangan lawan dan memberikan umpan balik ke lini tengah. Namun, Arsenal tetap belum mampu memanfaatkan peluang mereka secara efektif, menyebabkan frustrasi di antara para pemain Chelsea.
Detik‑detik akhir menjadi momen penentu. Pada menit ke-90, Arsenal berhasil mengeksekusi serangan balik cepat, menempatkan Sjoeke Nusken di depan gawang. Nusken menaklukkan kiper Chelsea dengan tembakan tunggal, memastikan kemenangan 1-0 untuk Arsenal di laga ini. Sayangnya, agregat 3-2 tetap memihak Chelsea, yang melaju ke semifinal berkat hasil leg pertama yang lebih menguntungkan.
Pernyataan Lucy Bronze tentang Kelemahan Klinis
Setelah pertandingan, Bronze menyoroti beberapa aspek yang menjadi kendala bagi Chelsea. Ia mengakui bahwa timnya memiliki peluang yang terbuang sia-sia, termasuk beberapa tembakan yang menghantam mistar gawang. “Kami tahu kami bisa meraih kemenangan malam ini, yang jelas kami lakukan, tetapi terlalu banyak peluang yang terbuang dan bola membentur mistar gawang,” jelasnya.
Bronze juga memberi pujian kepada kiper Arsenal yang melakukan beberapa penyelamatan penting, namun menegaskan pentingnya konsistensi dalam penyelesaian akhir. Ia menambah, “Kami bisa bangga pada diri sendiri, kami adalah tim yang lebih baik, kami memenangkan pertandingan hari ini. Kami perlu membawa energi dan fokus itu hingga akhir musim karena masih ada hal-hal yang harus diperjuangkan.”
Kontroversi Wasit dan Insiden Bompastor
Atmosfer pertandingan sempat memanas ketika manajer Chelsea, Sonia Bompastor, terlibat insiden dengan wasit pada menit-menit akhir. Bompastor memperlihatkan ponselnya kepada kamera, memperlihatkan rekaman yang menunjukkan pemain Arsenal menarik rambut Alyssa Thompson, pemain sayap asal Amerika Serikat. Bompastor mengeluhkan keputusan VAR yang ia nilai tidak memadai, menyatakan bahwa tindakan tersebut seharusnya diberi kartu merah. “Saya tidak tahu mengapa kita memiliki VAR,” keluhnya dalam konferensi pers pasca‑pertandingan.
Insiden tersebut menambah ketegangan di lapangan, namun tidak mengubah hasil akhir pertandingan. VAR tidak menindaklanjuti tindakan tersebut, sehingga permainan berakhir dengan skor yang telah ditentukan.
Dampak pada Kompetisi Domestik Chelsea
Meskipun kecewa dengan hasil di Eropa, Chelsea tetap berjuang keras di kompetisi domestik. Tim telah memastikan gelar Piala Liga Wanita musim ini, namun persaingan di Liga Super Wanita semakin ketat. Dengan tiga pertandingan tersisa, Chelsea berada di posisi sembilan poin di belakang pemuncak klasemen Manchester City, menandakan risiko kehilangan gelar liga pertama dalam enam musim terakhir.
Lucy Bronze menekankan pentingnya menjaga performa yang ditunjukkan pada leg kedua melawan Arsenal. Ia mengajak rekan‑setimnya untuk tetap fokus pada sisa pertandingan domestik, termasuk perempat final Piala FA melawan Tottenham Hotspur pada hari Senin mendatang. “Kita harus membawa energi dan fokus itu hingga akhir musim karena masih ada hal‑hal yang harus diperjuangkan,” tuturnya.
Dengan tekad yang kuat, Chelsea berusaha memanfaatkan kesempatan terakhir untuk menambah trofi musim ini dan mengembalikan semangat setelah kekecewaan di panggung Eropa.












