PSPK – 09 April 2026 | APP Sinarmas menegaskan komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menjalin kerja sama strategis bersama Earthworm Foundation (EF) dalam rangka mengurangi ketergantungan pada pembalakan liar di wilayah Riau. Kolaborasi ini merupakan bagian dari Riau Landscape Program yang mencakup Kabupaten Siak, Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hulu, area yang dikenal dengan hutan gambut luas dan keanekaragaman hayati yang tinggi.
Sejak 2018, program ini telah melibatkan sejumlah perusahaan multinasional seperti Nestlé, Johnson & Johnson, Reckitt, LVMH, Avril Oleon, dan PZC. Fokus utama diarahkan pada desa‑desa di sekitar Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang meliputi sekitar 700.000 hektar rawa gambut—suatu ekosistem penting sebagai penyerap karbon dan habitat satwa liar. Melalui proses diagnostik, APP Sinarmas dan EF menemukan bahwa pembalakan liar oleh masyarakat setempat menjadi penyebab utama deforestasi di kawasan tersebut.
Langkah‑langkah Strategis
- Identifikasi dan Pemetaan Konflik: Perusahaan dan masyarakat melakukan pemetaan konflik penggunaan lahan serta merumuskan kesepakatan penyelesaian.
- Perencanaan Penggunaan Lahan Partisipatif: Penerapan perencanaan berbasis nilai konservasi tinggi dan stok karbon tinggi dengan melibatkan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.
- Collaborative Conservation Management (CCM): Pendekatan CCM mendukung regulasi tingkat desa, pelatihan SMART Patrol, kegiatan restorasi, serta pengembangan edu‑ekowisata dan perhutanan sosial.
- Pemetaan Partisipatif dan Studi Penguasaan Lahan (PM‑LTS): Mengidentifikasi opsi kebijakan untuk mengamankan hak kepemilikan tanah masyarakat melalui pendaftaran formal atau izin penggunaan.
- Peningkatan Ketahanan Ekonomi: Analisis diversifikasi ekonomi desa, pembentukan kelompok tani dan koperasi, serta penguatan kapasitas petani untuk mengakses pasar lokal.
Pedoman CCM telah diintegrasikan ke dalam sistem manajemen internal APP Sinarmas, memungkinkan program ini dapat diperluas ke wilayah lain. Selain itu, dua desa telah memulai proses penyelesaian konflik secara inklusif, dan rencana serupa akan diterapkan di desa‑desa lain.
Program ini menekankan hubungan erat antara kemiskinan, kepemilikan lahan, dan pelanggaran hukum. Dengan mengedepankan kemitraan multi‑pemangku kepentingan, APP Sinarmas dan EF berupaya meningkatkan mata pencaharian, melindungi hutan, dan mengurangi tekanan manusia pada ekosistem kritis. Upaya bersama ini diharapkan dapat berkontribusi pada target mitigasi perubahan iklim serta pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.










