PSPK – 14 April 2026 | Pelatih Tim Nasional Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa Neymar Jr masih memiliki peluang untuk bergabung dalam skuad Brasil pada Piala Dunia 2026. Meskipun pemain berusia 33 tahun belum dipanggil sejak Ancelotti resmi menjabat pada Juni lalu, sang pelatih menekankan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada kondisi fisik Neymar.
Neymar, yang mencatatkan 79 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah Timnas Brasil, masih dalam proses pemulihan dari cedera lutut yang dialami pada Oktober 2023. Pada 22 Desember 2025, ia menjalani operasi kecil pada lutut kirinya, dan beberapa prosedur tambahan dilakukan pada jeda internasional awal bulan ini untuk mempercepat pemulihan.
Ancelotti menjelaskan bahwa ia tidak memasukkan Neymar ke dalam skuad sebelumnya semata-mata karena pemain belum sepenuhnya pulih. “Saya akan memanggil pemain yang secara fisik sudah siap,” tegas Ancelotti dalam sebuah konferensi pers.
Tekanan publik Brasil semakin kuat setelah Neymar mengunggah video di media sosial yang menanyakan alasan ketidakterpilihannya dalam laga persahabatan jelang Piala Dunia 2026. Pendukung tim nasional pun bersuara keras, bahkan saat Brasil kalah 1-2 dari Prancis dalam pertandingan uji coba, mereka terus meneriakkan nama Neymar sepanjang laga.
Pelatih Italia tersebut mengakui bahwa kontribusi Neymar dalam sejarah sepak bola Brasil menjadi faktor penting mengapa banyak pihak masih mengharapkan kehadirannya. “Neymar telah mencetak sejarah dan merupakan talenta hebat. Wajar jika orang berpikir ia dapat membantu kami memenangkan Piala Dunia berikutnya,” ujar Ancelotti.
Laporan ESPN mencatat bahwa Ancelotti, bersama Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), terus memantau kondisi pemain. Neymar masih memiliki dua bulan ke depan untuk menunjukkan kebugaran dan kemampuan yang dibutuhkan agar dapat masuk ke skuad utama pada turnamen besar tersebut.
Dengan waktu pemulihan yang tersisa, peluang Neymar untuk tampil di Piala Dunia 2026 masih terbuka, asalkan proses rehabilitasi berjalan lancar dan performa fisiknya kembali optimal.












