Project Seru Penuh Kejutan

Ambisi AI Perusahaan Terganjal Rendahnya Fondasi Cloud yang Belum Matang

April 16, 2026 • 0 Views
Ambisi AI Perusahaan Terganjal Rendahnya Fondasi Cloud yang Belum Matang
Ambisi AI Perusahaan Terganjal Rendahnya Fondasi Cloud yang Belum Matang

PSPK – 16 April 2026 | Jakarta – Di tengah gelombang antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI) yang merambah dunia bisnis, sebuah laporan terbaru dari NTT DATA mengungkap bahwa mayoritas perusahaan masih jauh dari kesiapan infrastruktur yang diperlukan untuk memanfaatkan potensi AI secara maksimal.

Laporan berjudul Cloud‑led Innovation in the Era of AI: The New Rules for Driving Value with Cloud menyoroti fakta bahwa meski adopsi layanan cloud sudah berlangsung hampir dua dekade, hanya 14% organisasi yang berhasil mencapai tingkat kematangan cloud tertinggi. Studi ini melibatkan lebih dari 2.300 pengambil keputusan dari 33 negara.

Paradoks utama yang muncul adalah bahwa 99% responden mengakui AI meningkatkan kebutuhan investasi pada infrastruktur cloud, namun 88% pemimpin bisnis merasa investasi saat ini justru menghambat inisiatif AI, pengembangan aplikasi cloud‑native, serta upaya modernisasi perusahaan.

Charlie Li, President Global Head of Cloud and Security di NTT DATA, menegaskan bahwa cloud kini tidak lagi sekadar lapisan pendukung, melainkan menjadi fondasi eksekusi utama bagi AI. Ia memperingatkan, “Perusahaan yang gagal mengembangkan fondasi cloud yang kuat berisiko menghambat pertumbuhan dan nilai investasi AI mereka sendiri.”

Salah satu kendala utama yang teridentifikasi adalah ketergantungan pada sistem legacy. Sekitar setengah responden melaporkan bahwa aplikasi dan platform data warisan menjadi penghambat utama inovasi, sehingga modernisasi menjadi prioritas dalam dua tahun ke depan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, NTT DATA merumuskan enam prinsip utama:

  • Penyelarasan strategi cloud dengan agenda AI perusahaan.
  • Adopsi arsitektur hybrid atau sovereign cloud yang fleksibel.
  • Pengalihan fokus metrik dari indikator teknis ke hasil bisnis yang terukur.
  • Peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan khusus cloud‑AI.
  • Penguatan tata kelola data untuk memastikan keamanan dan kepatuhan.
  • Peran aktif Chief AI Officer (CAIO) sebagai katalisator investasi cloud, dengan kesadaran 22% lebih tinggi dibandingkan CIO atau CTO tradisional.

Laporan ini menjadi peringatan bagi pelaku industri di berbagai sektor—mulai perbankan hingga manufaktur—bahwa tanpa fondasi cloud yang matang dan modern, ambisi besar dalam mengadopsi AI berisiko menjadi investasi yang sia‑sia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *