PSPK – 03 April 2026 | Instagram pribadi Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan publik setelah ia mengunggah serangkaian visual yang menyinggung isu royalti musik dan menyebut nama Once Mekel serta Melly Goeslaw. Dalam caption yang tajam, Dhani menuduh Once dan Melly menolak usulan bahwa penyanyi asal memiliki hak atas lagu yang mereka populerkan, sekaligus menekankan pentingnya keadilan bagi pencipta lagu.
Dhani mengusulkan mekanisme pembagian royalti yang lebih menguntungkan bagi komposer, yaitu royalti 1 persen per lagu dengan batas maksimal sepuluh lagu dari honor penyanyi. Ia menutup pernyataannya dengan menolak apa yang disebutnya “serakahnomics” dalam industri konser musik.
Pernyataan tersebut memicu kembali perdebatan lama mengenai sistem royalti di Indonesia, antara pendekatan direct license yang memberi izin penggunaan lagu langsung kepada pencipta dan sistem kolektif yang dijalankan oleh lembaga manajemen kolektif. Dua kelompok musisi, AKSI dan VISI, menjadi aktor utama dalam perdebatan ini.
VISI, yang dikenal melalui gugatan materi Undang-Undang Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi, menyoroti ketidakjelasan dan ketidakadilan dalam distribusi royalti, terutama bagi penyanyi dan musisi yang menampilkan karya secara komersial. Mereka menolak bahwa posisi mereka mewakili dukungan tunggal terhadap skema lisensi tertentu, melainkan menuntut transparansi dan keseimbangan hak antar pelaku industri.
Unggahan Dhani menempatkan Once dan Melly dalam konteks narasi yang belum jelas apakah merupakan fakta, interpretasi pribadi, atau sindiran. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Once Mekel yang menanggapi tuduhan tersebut.
Situasi ini menegaskan kembali kerentanan sistem royalti di Indonesia, di mana pencipta, komposer, dan penyaji karya masih berjuang memperoleh hak ekonomi yang adil. Diskusi ini diperkirakan akan berlanjut, mengingat dampak finansial yang signifikan bagi seluruh ekosistem musik nasional.












