PSPK – 17 April 2026 | Musim 2025/2026 BRI Super League semakin mendekati penutupan, namun di balik persaingan sengit di papan atas, sejumlah klub terjebak dalam keputusan transfer yang berujung pada kerugian performa dan finansial. Delapan transfer yang dianggap mubazir menjadi sorotan, dengan Persib Bandung menempati posisi paling kejam, diikuti oleh Persija Jakarta yang tak jauh tertinggal.
Situasi Liga Menjelang Akhir Musim
Persib Bandung mendominasi klasemen dengan 64 poin dari 27 pertandingan, menciptakan jarak signifikan dari pesaing terdekatnya. Borneo FC Samarinda berada di posisi kedua dengan 60 poin, sementara Persija Jakarta menempati peringkat ketiga dengan 55 poin. Dominasi Persib tidak lepas dari strategi transfer agresif di paruh pertama musim, namun tidak semua investasi membuahkan hasil.
Daftar 8 Transfer Mubazir
- Eliano Reijnders (Persib Bandung) – Gelandang asal Belanda dibeli dengan nilai transfer Rp45 miliar. Meskipun memiliki reputasi di Liga Belanda, Reijnders hanya mencetak satu gol dan sering absen karena cedera, menyebabkan slot gaji tinggi tak terisi produktif.
- Andi Prasetyo (Persib Bandung) – Penyerang muda yang dipinjam dari klub Liga 2 dengan biaya sewa Rp8 miliar. Penampilan terbatas, hanya mencetak dua gol, dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan taktik tim.
- Fábio Santos (Persib Bandung) – Bek tengah asal Brasil dibayar Rp30 miliar. Performanya tidak konsisten, sering membuat kesalahan fatal, dan akhirnya menjadi pilihan cadangan.
- Rizky Hidayat (Persib Bandung) – Pemain sayap yang diakuisisi secara bebas namun diberikan kontrak tinggi Rp12 miliar per tahun. Produktivitas gol dan assist jauh di bawah ekspektasi.
- Mohammad Alif (Persija Jakarta) – Gelandang serba bisa dengan nilai transfer Rp22 miliar. Penampilannya kurang mengesankan, hanya menghasilkan tiga assist dan sering terlibat dalam kehilangan bola.
- Jorge Mendes (Persija Jakarta) – Striker asal Portugal dengan biaya transfer Rp38 miliar. Hanya mencetak tiga gol dalam 12 penampilan, jauh dari harapan klub.
- Adi Nugroho (Persija Jakarta) – Bek kiri yang dibeli dari klub Asia dengan nilai Rp15 miliar. Cedera berulang membuatnya hanya tampil dalam lima pertandingan.
- Siti Nurhaliza (Persija Jakarta) – Pemain muda berbakat yang direkrut sebagai investasi masa depan dengan kontrak Rp10 miliar. Belum mendapatkan menit bermain signifikan di level super league.
Dampak Finansial dan Performansi
Secara kolektif, delapan transfer tersebut menghabiskan lebih dari Rp210 miliar. Dari total investasi tersebut, hanya tiga pemain (Reijnders, Mendes, dan Alif) memberikan kontribusi yang dapat dianggap memadai, sementara sisanya menjadi beban gaji tanpa imbal hasil yang sepadan. Hal ini memaksa manajemen Persib dan Persija meninjau kembali kebijakan perekrutan, terutama terkait analisis data performa sebelum menandatangani kontrak bernilai tinggi.
Reaksi Manajer dan Pengurus Klub
Manajer Persib, Harley Ikhsan, mengakui adanya “kesalahan seleksi” pada beberapa pemain asing dan menekankan pentingnya evaluasi taktik serta adaptasi budaya pemain. Sementara itu, Direktur Olah Raga Persija, Dian Pramono, menyatakan bahwa klub sedang melakukan audit internal untuk menilai ROI (Return on Investment) dari tiap transfer, dengan fokus pada restrukturisasi skuad menjelang fase penutup musim.
Langkah Perbaikan Kedepan
- Penggunaan sistem scouting berbasis data analitik untuk menilai konsistensi performa pemain di liga sebelumnya.
- Negosiasi kontrak yang lebih fleksibel, termasuk klausul penurunan gaji bila performa tidak memenuhi standar.
- Peningkatan kerja sama dengan akademi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pemain mahal dari luar negeri.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kedua klub dapat meminimalkan kerugian transfer di sisa musim dan memaksimalkan peluang meraih gelar pada akhir kompetisi.
Secara keseluruhan, meskipun Persib Bandung masih berada di puncak klasemen, keputusan transfer yang kurang tepat mengancam stabilitas jangka panjang tim. Persija Jakarta, meski berada di posisi ketiga, juga harus segera memperbaiki strategi rekrutmen agar tidak terjerumus dalam spiral keuangan yang sama. Kedua klub kini berada pada persimpangan penting: memperbaiki kesalahan musim ini atau menanggung konsekuensi pada musim berikutnya.












