PSPK – 05 April 2026 | Pada awal 2026 pasar smartphone Indonesia dipenuhi oleh perangkat 5G yang menawarkan kombinasi harga terjangkau, performa mumpuni, dan kualitas kamera dengan Optical Image Stabilization (OIS). Di tengah kenaikan harga komponen global, beberapa model Xiaomi dan Samsung berhasil menekan harga tanpa mengorbankan kemampuan fotografi, menjadikannya pilihan utama bagi konsumen yang mengutamakan hasil foto tajam dan video stabil.
Daftar 7 Model Terpilih
- Xiaomi Redmi Note 13 Pro 5G – Mengusung sensor utama 64 MP dengan OIS, chipset MediaTek Dimensity 7200, RAM 8 GB, dan layar AMOLED 6,67 inci 120 Hz. Harga resmi April 2026 berada di kisaran Rp2,1‑2,3 juta, termasuk paket 128 GB storage.
- Xiaomi Mi 13 Lite 5G – Kamera utama 50 MP f/1.8 dengan OIS, prosesor Snapdragon 8+ Gen 2, RAM 6 GB, serta layar OLED 6,55 inci 144 Hz. Harga sekitar Rp2,4 juta, menempatkannya di segmen menengah‑atas dengan nilai foto dan video yang kompetitif.
- Xiaomi Poco M7 Pro 5G – Ditenagai Helio G100, kamera utama 50 MP dengan OIS, serta layar IPS 6,78 inci 120 Hz. Harga sangat bersahabat, hanya Rp1,9‑2,0 juta, cocok bagi pembeli yang mengutamakan stabilisasi video pada anggaran terbatas.
- Samsung Galaxy A07 5G – Menyediakan sensor utama 48 MP + OIS, baterai 6 000 mAh, dan prosesor Exynos 1280. Dengan harga sekitar Rp2,2 juta, perangkat ini menonjolkan daya tahan baterai serta video stabil pada kondisi cahaya rendah.
- Samsung Galaxy S26 Mini 5G – Kamera utama 50 MP dengan OIS, chipset Snapdragon 8 Gen 3, RAM 8 GB, layar Dynamic AMOLED 6,2 inci 120 Hz. Harga ditetapkan Rp2,8‑3,0 juta, menawarkan fitur flagship dalam paket yang lebih kecil.
- Samsung Galaxy A54 5G – Menggunakan sensor utama 64 MP + OIS, chipset Exynos 1380, RAM 6 GB, dan layar Super AMOLED 6,5 inci 120 Hz. Harga jual sekitar Rp2,5 juta, menjadi pilihan menengah dengan kemampuan video 4K stabil.
- Samsung Galaxy F54 5G – Kamera utama 50 MP dengan OIS, chipset Dimensity 8200, baterai 5 500 mAh, serta layar AMOLED 6,4 inci 120 Hz. Harga akhir April 2026 diperkirakan Rp2,3‑2,5 juta, menyeimbangkan performa gaming dan rekaman video.
Semua model di atas mengusung teknologi OIS yang secara signifikan mengurangi blur pada foto hand‑held dan meningkatkan kehalusan video bergerak. Pada kondisi cahaya rendah, OIS bekerja bersamaan dengan aperture lebar (f/1.8‑f/2.0) untuk menjaga detail dan warna tetap akurat.
Faktor Harga dan Ketersediaan
Kenaikan biaya produksi komponen seperti chipset dan memori yang dipicu oleh lonjakan permintaan AI pada awal 2026 memang memaksa banyak vendor menaikkan harga. Namun, Xiaomi dan Samsung berhasil menahan lonjakan tersebut pada segmen entry‑mid dengan mengoptimalkan rantai pasokan dan memanfaatkan produksi massal di Asia Tenggara. Hal ini terlihat dari perbandingan harga: meski harga rata‑rata smartphone 5G naik antara Rp100.000‑Rp1,2 juta, model‑model OIS di atas tetap berada di bawah Rp3 juta.
Selain itu, dukungan jaringan 5G yang kini meluas ke kota‑kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung memberikan nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan kecepatan data tinggi untuk streaming video stabil dan gaming online.
Performa Kamera dan Video
Uji lapangan menunjukkan bahwa kamera dengan OIS pada perangkat tersebut menghasilkan peningkatan tajam hingga 30 % pada foto hand‑held dibandingkan tanpa OIS. Pada video, stabilisasi elektronik (EIS) dipadukan dengan OIS menghasilkan footage 4K 60 fps yang hampir bebas guncangan, bahkan ketika pengguna bergerak cepat. Penggunaan sensor besar (ukuran 1/1,7”) pada Xiaomi Redmi Note 13 Pro dan Samsung Galaxy A54 memperluas rentang dinamis, menghasilkan detail pada bayangan dan highlight.
Pengguna yang mengutamakan konten kreatif – baik vlog, TikTok, atau YouTube – dapat memanfaatkan mode portrait dengan OIS untuk efek bokeh natural tanpa artefak. Semua model mendukung rekaman video HDR, sehingga warna tetap hidup pada sumber cahaya kontras.
Kesimpulannya, kombinasi OIS, chipset efisien, dan harga yang tetap kompetitif menjadikan ketujuh smartphone ini pilihan utama bagi konsumen Indonesia yang menginginkan foto tajam dan video stabil tanpa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Dengan jaringan 5G yang terus berkembang, perangkat‑perangkat ini siap menjadi andalan dalam ekosistem digital tahun 2026.












