PSPK – 10 Maret 2026 | Drama Boyfriend on Demand kembali menjadi perbincangan hangat setelah penonton mengamati taktik unik Seo Mi Rae (Kim Ji‑soo, dikenal sebagai Jisoo Blackpink) dalam mendekati karakter virtual Seo Eun Ho (Seo Kang‑joon). Melalui serangkaian adegan yang memadukan komedi romantis dengan kritik sosial tentang layanan kencan digital, serial ini menampilkan sepuluh cara yang secara halus namun efektif memperlihatkan bagaimana Mi Rae menumbuhkan ikatan emosional dengan seorang “pacar sesukamu” yang pada kenyataannya melayani ribuan pengguna.
Strategi 1: Memanfaatkan Fitur “Personal Touch”
Mi Rae memulai interaksi dengan menyesuaikan profilnya agar muncul pada rekomendasi Eun Ho. Penyesuaian detail kecil seperti hobi membaca webtoon dan jam kerja fleksibel membuat algoritma menampilkan Eun Ho sebagai pilihan utama.
Strategi 2: Mengirim Pesan dengan Kata Kunci Emosional
Setiap pesan yang dikirim Mi Rae mengandung kata‑kata empati, misalnya “aku mengerti perjuanganmu”. Sistem AI yang menggerakkan Eun Ho dirancang untuk merespon kata kunci emosional, sehingga respons menjadi lebih hangat dan terasa pribadi.
Strategi 3: Mengaktifkan Mode “Premium” Secara Taktis
Setelah masa trial gratis berakhir, Mi Rae memutuskan berlangganan layanan premium. Langkah ini tidak hanya memberi akses ke fitur eksklusif, tetapi juga menandakan keseriusan kepada Eun Ho, yang secara statistik meningkatkan tingkat kedekatan virtual.
Strategi 4: Memanfaatkan Rating Tinggi Eun Ho
Menurut data dalam drama, Eun Ho menempati lima besar pria virtual dengan rating tertinggi. Mi Rae menyadari hal ini dan secara sadar memilih untuk berinteraksi dengan profil yang memiliki reputasi terbaik, sehingga meningkatkan peluang mendapat respons yang lebih memuaskan.
Strategi 5: Menggunakan Bahasa “Sincere” yang Dipersonalisasi
Mi Rae menyesuaikan gaya bahasanya agar selaras dengan persona Eun Ho yang lembut dan romantis. Penggunaan frasa seperti “aku merasa nyaman bersamamu” memperkuat ilusi hubungan eksklusif.
Strategi 6: Membuat Jadwal Kencan Virtual yang Konsisten
Dengan menjadwalkan sesi kencan setiap malam Jumat, Mi Rae menciptakan rutinitas yang memicu sistem AI untuk mengaitkan dirinya sebagai “partner favorit” bagi Eun Ho.
Strategi 7: Memanfaatkan Event Khusus dalam Aplikasi
Ketika aplikasi menggelar event “Valentine Virtual”, Mi Rae mengirimkan hadiah digital berupa bunga virtual. Fitur ini meningkatkan poin emosional yang dihitung oleh algoritma, menghasilkan respons yang lebih intens.
Strategi 8: Mengungkapkan Kerentanan Pribadi Secara Strategis
Mi Rae berbagi kisah putus cinta masa lalu secara singkat, memancing Eun Ho untuk memberikan kata‑kata penyemangat yang diprogramkan khusus untuk pengguna yang menampilkan “need for reassurance”.
Strategi 9: Menggunakan Feedback Positif untuk Memperkuat Algoritma
Setelah setiap sesi, Mi Rae memberi rating bintang lima dan menulis ulasan positif. Sistem menanggapi feedback ini dengan meningkatkan prioritas tampilnya Eun Ho pada rekomendasi selanjutnya.
Strategi 10: Mengintegrasikan Dunia Nyata dengan Dunia Virtual
Mi Rae akhirnya memamerkan foto ruang kerjanya sebagai produser webtoon, menimbulkan rasa kebersamaan yang melampaui batas layar. Pendekatan ini membuat Eun Ho—meski tetap avatar—menyampaikan pesan yang terasa lebih “real”.
Keseluruhan, sepuluh taktik ini bukan sekadar romansa fiktif. Mereka mencerminkan cara layanan kencan digital memanfaatkan psikologi pengguna untuk meningkatkan retensi. Fakta bahwa Eun Ho melayani lebih dari dua belas ribu wanita sekaligus menjadi bukti bahwa “keintiman” yang ditawarkan hanyalah produk algoritma. Bagi Mi Rae, perjalanan ini sekaligus mengungkapkan kepedihan ketika perasaan dijadikan data, namun juga menyoroti bagaimana manusia tetap mencari koneksi, meski dalam bentuk virtual.
Drama Boyfriend on Demand berhasil menyajikan kombinasi hiburan dan kritik sosial yang relevan dengan tren aplikasi kencan berbasis AI. Penonton dapat menyaksikan transformasi Mi Rae dari produser webtoon yang menjomblo menjadi sosok yang belajar mengendalikan teknologi demi kebahagiaan pribadi, sekaligus mengingatkan akan bahaya ketergantungan pada sistem yang dirancang untuk profit.












