PSPK – 28 Maret 2026 | Sofyan Amrabat kembali menjadi sorotan utama dalam kebijakan perekrutan pemain diaspora Maroko menjelang Piala Dunia 2026. Sebagai gelandang berpengalaman yang pernah mengukir prestasi bersama timnas Afilia, Amrabat kini menjadi simbol keberhasilan strategi Federasi Sepakbola Maroko (FRMF) dalam mengamankan talenta berkualitas dari kalangan keturunan Maroko di Eropa.
Strategi Rekrutmen Diaspora dan Persetujuan FIFA
Baru-baru ini, FIFA memberikan persetujuan bagi tujuh pemain dual‑nationalitas untuk bergabung dengan skuad Maroko, termasuk bek Fulham Issa Diop dan gelandang Ajax Rayane Bounida. Keputusan ini menambah jumlah pemain yang telah beralih kewarganegaraan menjadi 16 sejak Maret lalu, mencerminkan upaya intensif FRMF dalam memperkuat kedalaman tim menjelang turnamen utama.
Profil Sofyan Amrabat: Dari Belanda ke Garis Tengah Merah‑Putih
Amrabat lahir di Utrecht, Belanda, dan meniti karier di tingkat junior bersama timnas Belanda U‑21. Pada tahun 2020, ia mengajukan perubahan eligibilitas ke Maroko berkat ikatan keluarga langsung. Setelah menandatangani kontrak dengan klub Italia Udinese, Amrabat menampilkan performa konsisten sebagai pengatur tempo dan penyerang sekunder, menarik perhatian pelatih nasional Maroko.
Kontribusi Amrabat pada Piala Dunia 2022
Pencapaian Maroko sebagai semifinalis Piala Dunia 2022 tidak lepas dari peran penting Amrabat. Dalam fase grup, ia mencetak gol krusial melawan Portugal dan memberikan assist yang membuka peluang kemenangan melawan Spanyol. Penampilannya yang energik dan kemampuan membaca permainan menjadi faktor penentu dalam keberhasilan tim menembus babak knockout.
Persiapan Piala Dunia 2026: Persahabatan dan Formasi Baru
Pelatih baru Mohamed Ouahbi mengumumkan skuad yang akan menghadapi Ecuador di Madrid dan Paraguay di Lens. Di samping kedatangan Diop dan Bounida, Amrabat dipastikan menduduki posisi gelandang tengah, bersama rekan-rekannya seperti Hakim Ziyech. Kombinasi pengalaman Amrabat dengan energi pemain muda diharapkan menciptakan keseimbangan taktis yang kompetitif.
Grup Piala Dunia 2026: Tantangan Besar di Benua Amerika
Maroko akan bertarung di grup bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Jadwal pertandingan yang tersebar di New York, Boston, dan Atlanta menuntut kesiapan fisik dan mental. Amrabat, yang berusia 27 tahun, diprediksi menjadi motor penggerak transisi dari pertahanan ke serangan, khususnya dalam menghadapi tim-tim bergengsi seperti Brasil.
Dampak Jangka Panjang: Menuju Piala Dunia 2030
Keberhasilan merekrut pemain diaspora tidak hanya berfokus pada Piala Dunia 2026, melainkan juga menyiapkan Maroko sebagai tuan rumah bersama Spanyol dan Portugal pada 2030. Dengan Amrabat sebagai figur senior, federasi berharap dapat menularkan budaya kompetitif kepada generasi berikutnya, sekaligus memperkuat identitas nasional di panggung internasional.
Secara keseluruhan, Sofyan Amrabat menjadi ujung tombak dalam proyek ambisius Maroko mengoptimalkan potensi diaspora. Keberadaannya di tengah lapangan tidak hanya memberi kontribusi teknis, tetapi juga menegaskan komitmen Maroko untuk tetap bersaing di level tertinggi sepakbola dunia.












