PSPK – 17 Maret 2026 | Film “One Battle After Another” yang disutradarai oleh Paul Thomas Anderson menjadi sorotan utama pada ajang Academy Awards ke-98, berhasil membawa pulang enam piala Oscar dari total 13 nominasi, termasuk penghargaan paling bergengsi, Film Terbaik.
Selain Film Terbaik, sutradara Anderson juga meraih Best Director. Aktor Sean Penn mendapatkan Best Supporting Actor, sementara penghargaan lainnya meliputi Best Adapted Screenplay, Best Editing, dan Best Casting.
Sinopsis singkat
Cerita mengikuti Bob Ferguson (Leonardo DiCaprio), mantan militan yang mencoba menjalani kehidupan damai di pinggiran kota. Kedamaian itu terganggu ketika musuh bebuyutannya, Kolonel Steven J. Lockjaw (Sean Penn), beralih menjadi politisi berkuasa. Untuk melindungi putrinya, Willa, Bob terpaksa kembali ke dunia konflik, mengumpulkan mantan rekan seperti Deandra (Regina Hall) dan Sergio St. Carlos (Benicio del Toro). Konflik memuncak ketika Lockjaw menyerang sekolah Willa, memaksa kedua generasi berhadapan dalam pertarungan ideologi sekaligus fisik. Akhir cerita menyoroti pertumbuhan Willa sebagai simbol generasi baru pejuang.
Daftar pemeran utama
- Leonardo DiCaprio – Bob Ferguson
- Sean Penn – Kolonel Steven J. Lockjaw
- Benicio del Toro – Sergio St. Carlos
- Regina Hall – Deandra
- Teyana Taylor – Perfidia Beverly Hills
- Chase Infiniti – Willa Ferguson
- Alana Haim – Mae West
- Wood Harris – Laredo
- Tony Goldwyn – Virgil Throckmorton
- Shayna McHayle – Junglepussy
- Starletta DuPois – Nenek Jennie
- D. W. Moffett – Bill Desmond
- Paul Grimstad – Howard Sommerville
- Kevin Tighe – Roy More
- Jim Downey – Sandy Irvine
- John Hoogenakker – Tim Smith
- Eric Schweig – Avanti
- Jena Malone – Pengisi suara kode sapaan
Pencapaian Oscar
| Kategori | Penghargaan |
|---|---|
| Film Terbaik | Menang |
| Sutradara Terbaik | Menang (Paul Thomas Anderson) |
| Aktor Pendukung Terbaik | Menang (Sean Penn) |
| Adapted Screenplay | Menang |
| Editing | Menang |
| Casting | Menang |
Keberhasilan “One Battle After Another” tidak hanya menegaskan kehebatan sinematografi dan penulisan cerita, tetapi juga menyoroti relevansi tema tentang konflik ideologi, warisan kekerasan, dan harapan generasi muda di tengah dinamika politik modern.












