PSPK – 27 Maret 2026 | Band rock Indonesia Seringai kembali menggebrak dunia musik pada 26 Maret 2026 dengan menayangkan dua video musik sekaligus, yakni “Sejati” dan “Senarai Feses”. Kedua klip berdurasi total enam menit ini diproduksi sebagai pernyataan kuat bahwa grup tidak akan mundur meski harus melewati fase paling gelap dalam sejarah mereka.
Rilis ini sekaligus menjadi karya pertama sejak gitaris sekaligus co‑founder Ricky Siahaan meninggal dunia pada 19 April 2025 di Tokyo. Dalam pernyataan resmi, Seringai menegaskan bahwa kehilangan tersebut justru memicu semangat yang lebih keras, bukan membuat band terpuruk.
“Sejati” dan “Senarai Feses” merupakan bagian dari album keempat berjudul IV: Anastasis, yang menandai kembalinya Seringai setelah hampir delapan tahun sejak album Seperti Api (2018). Album tersebut menampilkan kontribusi terakhir Ricky serta kehadiran gitaris tamu Angga Kusuma, yang menggantikan posisi gitar utama dalam proses rekaman.
Formasi panggung kini berjumlah lima personel: vokalis Arian 13, drummer Edy “Khemod” Susanto, bassist Sammy Bramantyo, serta dua gitaris tambahan, Angga Kusuma dan Darma Respati. Penampilan live pertama dengan format ini dijadwalkan akan memperlihatkan dinamika baru bagi para penggemar.
Video musik tersebut disutradarai oleh Edy Susanto bersama Rifqi Fadhlurrahman dari Angin Segar, dan difilmkan di Gedung Putih Studio, Tangerang Selatan pada 2 Maret 2026. Kedua klip dirilis serentak di kanal YouTube resmi Seringai pukul 19.00 WIB, sementara singlenya sudah tersedia di Apple Music dan akan segera hadir di platform digital lainnya, kecuali Spotify.
Album IV: Anastasis dijadwalkan terbit pada 23 April 2026 dalam format CD dan digital melalui label independen High Octane Production. Seringai menyebut album ini sebagai “total armageddon”, menegaskan bahwa mereka kembali dengan intensitas yang lebih ekstrem dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Sejak berdiri pada 2002, Seringai telah menjadi salah satu pilar utama skena musik keras Indonesia, dengan album‑album ikonik seperti Serigala Militia (2007), Taring (2012), dan Seperti Api (2018). Mereka pernah menjadi pembuka konser Metallica di Stadion Gelora Bung Karno pada 2013, menegaskan pengaruh luas mereka baik di dalam maupun luar negeri.












