PSPK – 18 Maret 2026 | Seoul – Samsung Electronics dan Advanced Micro Devices (AMD) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu kemarin untuk memperluas kerja sama strategis dalam penyediaan memori berkecepatan tinggi yang dibutuhkan oleh infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kesepakatan ini menandai langkah penting bagi kedua raksasa semikonduktor dalam menghadapi lonjakan permintaan chip AI global.
Berikut poin‑poin utama MoU tersebut:
- Pasokan HBM4 untuk GPU AI AMD: Samsung akan menjadi pemasok utama memori high‑bandwidth (HBM4) yang akan menggerakkan akselerator AI Instinct MI455X milik AMD. HBM4 menawarkan bandwidth dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga mempercepat beban kerja machine learning dan deep learning.
- Memori DDR5 untuk Server EPYC: Samsung juga akan menyediakan modul DDR5 yang dioptimalkan untuk prosesor server EPYC generasi keenam AMD. DDR5 menawarkan latensi lebih rendah dan kapasitas yang lebih besar, mendukung beban kerja data‑intensive pada pusat data modern.
- Eksplorasi Kemitraan Foundry: Kedua perusahaan sepakat membahas peluang manufaktur chip kontrak, di mana Samsung dapat memproduksi chip generasi berikutnya untuk AMD. Hal ini memperluas peran Samsung tidak hanya sebagai pemasok memori, tetapi juga sebagai mitra foundry strategis.
MoU ini ditandatangani bersamaan dengan minggu konferensi pengembang tahunan Nvidia, GTC, di mana CEO Nvidia Jensen Huang sebelumnya mengumumkan kolaborasi foundry dengan Samsung serta memuji kemampuan HBM4 perusahaan Korea tersebut.
Kerja sama ini mencerminkan persaingan sengit di antara produsen chip global untuk mengamankan pasokan memori canggih. Permintaan AI yang terus meningkat memaksa para pemain industri semikonduktor memperkuat rantai pasokan jangka panjang. Menurut data Counterpoint, Samsung menguasai sekitar 22 persen pangsa pasar HBM global, sementara pemimpin pasar SK Hynix memegang 57 persen.
Langkah strategis AMD terbaru termasuk kontrak penjualan chip AI senilai hingga US$60 miliar kepada Meta Platforms selama lima tahun, serta kesepakatan serupa dengan OpenAI pada tahun sebelumnya. Kedua kesepakatan tersebut menegaskan komitmen AMD untuk memperluas jejaknya di pasar AI.
Dengan menjadi pemasok utama HBM4 untuk GPU AI generasi selanjutnya, Samsung berharap dapat meningkatkan pangsa pasarnya di segmen memori berkecepatan tinggi yang masih didominasi oleh SK Hynix. Sementara itu, kemampuan foundry Samsung dapat memberi AMD fleksibilitas produksi yang lebih besar, terutama dalam menghadapi tekanan kapasitas fabrikasi global.
Secara keseluruhan, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat posisi kompetitif Samsung dan AMD, tetapi juga berpotensi mempercepat inovasi AI di tingkat perangkat keras, memberi manfaat bagi pelaku industri cloud, data center, dan aplikasi AI lainnya.












