PSPK – 20 Maret 2026 | Komite Disiplin dan Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengeluarkan keputusan resmi terhadap striker Persib Bandung, Uilliam Barros, setelah insiden kartu merah pada pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions Asia Kasta Kedua musim 2025/2026 melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Pada 18 Februari 2026, Barros melakukan tekel keras terhadap bek Ratchaburi, Jonathan Khemdee, yang dianggap sebagai pelanggaran serius. Wasit asal Arab Saudi, Majed Al‑Shamrani, langsung menunjukkan kartu merah kepada pemain asal Brazil berusia 31 tahun tersebut. Pada sidang disiplin yang diadakan pada 18 Maret 2026, AFC memutuskan Barros bersalah berdasarkan Pasal 47 Kode Disiplin dan Etik AFC yang mengatur pelanggaran berat dalam pertandingan.
Hukuman yang dijatuhkan mencakup larangan bermain selama dua pertandingan di kompetisi antarklub Asia serta satu laga tambahan karena akumulasi kartu merah. Selain itu, Barros diwajibkan membayar denda sebesar USD 1.500 (sekitar Rp25 juta) dalam waktu maksimal 30 hari sejak keputusan.
Meski Persib Bandung berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1‑0, hasil tersebut tidak cukup untuk mengubah agregat yang sebelumnya kalah 1‑3, sehingga tim harus tersingkir dari babak 16 besar ACL Two.
Insiden juga diwarnai oleh kericuhan suporter. Setelah terjadinya peluit panjang, sebagian pendukung Persib (Bobotoh) memasuki lapangan dan berusaha mengejar wasit yang melarikan diri ke lorong stadion. Meskipun terjadi gangguan, AFC memutuskan tidak memberikan sanksi tambahan kepada klub karena keputusan fokus pada pelanggaran individu pemain.
Keputusan ini menegaskan komitmen AFC dalam menegakkan disiplin pemain serta menekankan bahwa tindakan kekerasan di lapangan akan dikenai sanksi tegas, sementara masalah keamanan stadion menjadi tanggung jawab masing‑masing pihak terkait.












