PSPK – 26 Maret 2026 | Barcelona kini berada di persimpangan penting, di mana peran pemain sayap Brasil, Raphinha, menjadi sorotan utama. Mantan legenda klub, Ivan Rakitic, menegaskan bahwa pemain berusia 29 tahun ini merupakan faktor penentu dalam kualitas tim, terutama menjelang laga La Liga melawan Atletico Madrid pada 4 April. Pernyataan Rakitic menambah dinamika dalam diskusi publik yang selama ini lebih memusatkan perhatian pada sensasi muda Lamine Yamal dan playmaker veteran Pedri.
Rakitic, yang pernah menjadi bagian penting dalam kemenangan Barcelona di Liga Champions 2015, mengungkapkan pandangannya dalam wawancara dengan Mundo Deportivo di turnamen “Legends Trophy” di Milan. “Jika melihat keseluruhan permainan, Raphinha adalah pemain yang paling mengontrol tim saat ini,” ujarnya. “Tentu kami banyak membicarakan Pedri dan Yamal, namun ada perbedaan yang jelas antara Barcelona dengan dan tanpa Raphinha.”
Kontribusi Raphinha di Musim Ini
Sejak bergabung dengan klub pada musim lalu, Raphinha telah menorehkan statistik impresif: 12 gol dan 9 assist dalam semua kompetisi, termasuk penampilan krusial di Liga Champions. Kecepatan, dribbling, serta kemampuan mencetak gol dari sisi kanan menjadikannya ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Performanya tidak hanya membantu Barcelona mengamankan poin penting di La Liga, tetapi juga menjadi faktor utama dalam kemenangan melawan tim-tim kuat Eropa.
Keberhasilan tersebut juga menarik pujian dari para pesaing. Seorang mantan pemain Barcelona, Ronald de Boer, baru-baru ini memuji Lamine Yamal atas potensinya, namun menyebut bahwa Raphinha tetap menjadi pilihan utama di posisi sayap kanan ketika dibandingkan dengan pemain-pemain lain, termasuk Mbappé dan Vinícius Júnior.
Persaingan Internal dan Tekanan pada Yamal
Di sisi lain, Lamine Yamal, yang baru berusia 18 tahun, terus menjadi sorotan media. Pada pertandingan melawan Rayo Vallecano, Yamal terlihat kecewa setelah diganti di menit-menit akhir, mengeluarkan komentar yang menyinggung “Always me… it is crazy”. Insiden ini menimbulkan spekulasi adanya ketegangan antara Yamal dan pelatih kepala Jerman, Hansi Flick, meskipun Flick menegaskan hubungan baik dengan semua pemain.
Situasi ini menambah tekanan pada manajemen klub untuk menyeimbangkan eksposur antara bintang muda dan pemain berpengalaman. Rakitic menilai bahwa kehadiran Raphinha memberikan stabilitas tak taktik, sementara Yamal dan Pedri menawarkan kreativitas yang lebih berbahaya pada fase menyerang.
Pengaruh Raphinha pada Aspirasi Ballon d’Or
Prestasi Raphinha tak hanya diakui di level klub. Seorang bintang Real Madrid secara terbuka menyatakan bahwa Raphinha layak berada di podium Ballon d’Or tahun 2025 berkat konsistensinya. Pernyataan ini menambah reputasi internasional sang pemain, menegaskan bahwa kontribusinya di Barcelona diakui oleh kompetitor utama liga Spanyol.
Selain itu, dalam persiapan internasional, Brasil menyiapkan skuad kuat untuk laga persahabatan melawan Prancis. Meski Raphinha belum dipastikan menjadi starter, performanya di klub diperkirakan menjadi pertimbangan utama bagi pelatih nasional Brasil.
Prediksi dan Tantangan Mendatang
- La Liga: Barcelona diprediksi akan mengandalkan Raphinha untuk menembus pertahanan Atletico Madrid, terutama dalam duel satu lawan satu di sisi kanan.
- Champions League: Pertandingan kuarter final melawan Atletico Madrid akan menjadi ujian taktik bagi Hansi Flick, dengan harapan Raphinha dapat menjadi penentu hasil.
- Piala Dunia Klub: Jika Barcelona melaju ke fase knockout, kecepatan dan kreativitas Raphinha akan menjadi senjata utama melawan tim-tim top Eropa.
Secara keseluruhan, Raphinha kini berada di puncak performa, menjadi pemain yang paling berpengaruh dalam skuat Barcelona. Pendapat Rakitic menegaskan pentingnya peran Raphinha dalam menjaga keseimbangan antara bintang muda yang sedang naik daun dan veteran yang sudah terbukti. Dengan tekanan yang terus meningkat, baik di liga domestik maupun kompetisi Eropa, keberadaan Raphinha di lapangan menjadi faktor kunci bagi ambisi Barcelona untuk meraih gelar dan mengembalikan kejayaan masa lalu.
Ke depannya, kemampuan Raphinha untuk tetap konsisten akan menjadi ukuran utama dalam menilai keberhasilan Barcelona. Jika ia dapat terus mengendalikan permainan, mengirimkan umpan-umpan berbahaya, dan mencetak gol penting, klub akan memiliki landasan kuat untuk bersaing di semua kompetisi, sekaligus memberi ruang bagi Yamal dan Pedri untuk berkembang tanpa menimbulkan ketegangan internal.












