PSPK – 01 Maret 2026 | Newcastle United kembali menjadi sorotan setelah kekalahan 3‑2 melawan Everton di St James’ Park pada Selasa malam. Pertandingan yang menampilkan aksi gemilang Jacob Ramsey sekaligus drama kesehatan sang gelandang menjadi titik balik bagi tim Eddie Howe yang kini berada di ambang zona degradasi.
Gol Defleksi Ramsey Memperpanjang Harapan
Setelah Jarrad Branthwaite membuka skor lewat sundulan dari tendangan sudut James Garner pada menit ke‑19, pelatih Eddie Howe melakukan beberapa pergantian taktis, memindahkan Anthony Gordon ke sayap kiri dan menukar posisi Nick Woltemade serta Joelinton. Langkah tersebut terbayar ketika Ramsey menembak dari luar kotak penalti; bola memantul dari Branthwaite dan meluncur ke atas gawang Jordan Pickford, memberi Newcastle penyamakan yang sangat dibutuhkan.
Ramsey Terpaksa Meninggalkan Lapangan
Namun kegembiraan itu singkat. Tak lama setelah gol, Ramsey mulai retak, muntah, dan meminta pertolongan medis. Wasit Stuart Atwell memberi isyarat kepada bangku cadangan, dan dokter klub Paul Catterson memerintahkan pemain itu keluar. Penggantiannya oleh Joe Willock mengurangi opsi kreatif Newcastle di lini tengah, terutama mengingat absennya Bruno Guimaraes dan Lewis Miley karena cedera.
Kepergian Ramsey terasa berat karena, selain mencetak gol, ia menjadi mesin dinamis di tengah lapangan. Analisis The Athletic menilai penampilan Ramsey sebagai “sickener”—baik dalam arti positif (menyebabkan kebingungan lawan) maupun negatif (menyebabkan krisis kesehatan pribadi).
Masalah Defensif dan Penjaga Gawang
Kekalahan ini menambah catatan suram Newcastle di kandang: tiga kekalahan beruntun pertama dalam era Howe, dan pertahanan yang terus bocor. Nick Pope kembali menjadi sorotan setelah kesalahan pada menit ke‑21 yang memungkinkan Beto menambah keunggulan Everton. Kesalahan serupa muncul lagi ketika Pope gagal menangkis tembakan jauh Dwight McNeil, memberi peluang bagi Beto untuk mencetak lagi.
Masalah ini memperkuat argumen bahwa Newcastle harus segera merekrut penjaga gawang kelas dunia pada jendela transfer musim panas. Sampai saat itu, tim berada di posisi ketiga terbawah dalam statistik clean sheet di semua kompetisi.
Reaksi dan Langkah Selanjutnya
Pelatih Eddie Howe menegaskan perlunya respons cepat menjelang pertandingan melawan Manchester United di pekan berikutnya. Ia juga melakukan enam perubahan pada susunan pemain setelah kemenangan melawan Qarabag, namun masih kesulitan menemukan keseimbangan antara pemain yang dipaksa berada di posisi yang tidak alami.
Everton, di sisi lain, menambah poin penting dalam perjuangan mereka menuju tempat di kompetisi Eropa. Thierno Barry, yang masuk sebagai pengganti Beto, mencetak gol penentu pada menit akhir setelah menerima umpan silang dari Kiernan Dewsbury‑Hall, menutup skor 3‑2.
Statistik Singkat Pertandingan
- Skor akhir: Newcastle United 2 – 3 Everton
- Gol Newcastle: Jacob Ramsey (defleksi), Jacob Murphy (volley)
- Gol Everton: Jarrad Branthwaite, Beto (kesalahan Pope), Thierno Barry
- Kartu kuning: James Garner (Everton), Joe Willock (Newcastle)
- Penggantian penting: Jacob Ramsey digantikan oleh Joe Willock; Thierno Barry masuk menggantikan Beto
Dengan tiga kekalahan beruntun di kandang dan total lima kekalahan dalam enam pertandingan terakhir, Newcastle berada di bawah tekanan besar untuk memulihkan performa. Peran Jacob Ramsey, meski terbatas karena masalah kesehatan, tetap menjadi kunci dalam upaya tim menyalip zona bahaya.
Ke depan, konsistensi di lini tengah, perbaikan pada sektor pertahanan, dan penambahan penjaga gawang berkualitas akan menjadi prioritas utama bagi Eddie Howe. Jika Newcastle dapat mengatasi kekurangan tersebut, peluang kembali ke zona Eropa masih terbuka, meski jalan yang harus ditempuh tidak mudah.












