PSPK – 16 Maret 2026 | Agensi Fantagio memberikan kepastian bahwa pameran fotografi pertama Cha Eun Woo di Jepang tetap akan berlangsung meskipun belakangan muncul sorotan publik terkait dugaan penghindaran pajak.
Pameran yang diberi judul “Afterimage” dijadwalkan dibuka pada 28 Maret dan akan berakhir pada 12 Mei di distrik perbelanjaan Ginza, Tokyo. Konsep pameran menampilkan koleksi foto-foto pribadi sang artis yang diambil selama beberapa tahun terakhir, menyoroti sisi artistik di luar karier musik dan aktingnya.
Karena Cha Eun Woo sedang menjalani wajib militer di Korea Selatan, ia tidak dapat hadir secara langsung pada pembukaan maupun selama periode pameran. Meskipun demikian, pihak agensi menegaskan bahwa semua persiapan teknis dan kontrak telah selesai sejak Agustus 2024, sehingga tidak ada alasan untuk menunda atau membatalkan acara.
Kontroversi pajak muncul setelah Kantor Pajak Regional Seoul memeriksa laporan keuangan sang artis pada 22 Januari. Laporan tersebut mengindikasikan adanya pajak tambahan yang harus dibayarkan sebesar lebih dari 20 miliar won, menimbulkan tuduhan penghindaran pajak. Cha Eun Woo kemudian mengeluarkan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya pada 26 Januari, menyatakan penyesalan atas kekhawatiran yang timbul dan menyatakan niat untuk menundukkan kepala serta meminta maaf secara pribadi jika bukan seorang tentara.
Reaksi warganet beragam; sebagian mengkritik keputusan melanjutkan pameran dengan menganggap hal itu sebagai upaya menutupi masalah, sementara yang lain mendukung keputusan agensi dengan menekankan pentingnya menghormati kontrak yang telah disepakati sejak lama.
Fantagio menegaskan kembali bahwa agenda pameran telah direncanakan jauh sebelum munculnya isu pajak, dan bahwa semua kewajiban hukum sedang ditangani secara terpisah. Menurut pernyataan agensi, pameran akan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa perubahan.
Dengan latar belakang kontroversi pajak dan kewajiban militer, pameran “Afterimage” menjadi sorotan tidak hanya bagi penggemar Cha Eun Woo, tetapi juga bagi publik yang memperhatikan dinamika hubungan antara selebriti, industri hiburan, dan regulasi fiskal di Korea Selatan.












