PSPK – 21 Maret 2026 | Pasangan ganda campuran Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, harus mengakhiri perjuangan mereka di Orleans Masters 2026 pada babak perempat final. Mereka menyerah setelah kalah dalam tiga game melawan pasangan Denmark, Christian Faust Kjaer dan Rasmus Kjaer dengan skor 18‑21, 21‑12, 14‑21.
Dalam game pertama, Indonesia terpaksa menelan kekalahan tipis 18‑21. Kedua pemain mengaku terlalu terburu‑buruan dalam menyerang, yang memberi peluang bagi lawan untuk menguasai raket. Pada game kedua, Raymond dan Joaquin berhasil bangkit dengan dominasi 21‑12, menunjukkan kemampuan mereka bila dapat mengendalikan ritme permainan.
Namun, momentum tidak bertahan pada game ketiga yang menjadi rubber game. Pasangan Denmark kembali mengendalikan laju pertandingan, menutup set dengan 21‑14. Raymond menyebutkan bahwa ketidaksiapan mental dan emosional menjadi faktor utama kegagalan mereka di game penentu.
“Kami terlalu terburu‑buruan di start game ketiga dan kehilangan ketenangan, berbeda dengan game kedua yang lebih terkontrol. Ini menjadi bahan evaluasi untuk menjaga fokus pada rubber game selanjutnya,” ujar Raymond.
Joaquin menambahkan pentingnya pengendalian emosi, terutama dalam tur Eropa yang melibatkan tiga turnamen beruntun. “Tidak mudah mempertahankan fokus pikiran selama perjalanan seperti ini, jadi kami harus memperkuat mentalitas kami,” katanya.
Selain itu, keduanya mengakui tantangan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berbeda, termasuk kecepatan shuttlecock yang tidak sama dengan turnamen seperti All England atau Swiss Open.
Kepergian mereka membuka peluang bagi pasangan lain untuk melaju ke semifinal. Penampilan solid Denmark menegaskan kedalaman talentanya di level ganda campuran.












