Project Seru Penuh Kejutan

Mengapa John Herdman Tak Panggil Kiper Persib Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia? Penjelasan Sumardji

March 14, 2026 • 0 Views
Mengapa John Herdman Tak Panggil Kiper Persib Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia? Penjelasan Sumardji
Mengapa John Herdman Tak Panggil Kiper Persib Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia? Penjelasan Sumardji

PSPK – 14 Maret 2026 | Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan keterangan resmi mengenai alasan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, belum memasukkan kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, ke dalam skuad pemusatan latihan menjelang FIFA Series 2026. Sumardji menegaskan bahwa semua keputusan pemanggilan sepenuhnya berada di tangan Herdman, yang menyesuaikan pilihan pemain dengan kebutuhan taktik dan persiapan tim.

Performa Teja Paku Alam di BRI Super League 2025/2026

Teja Paku Alam mencatatkan statistik impresif selama musim ini. Dengan 15 clean sheet dari 22 laga Liga 1, ia mencatat rata‑rata kebobolan hanya 0,45 gol per pertandingan dan total kebobolan hanya 10 kali. Prestasi tersebut menjadikannya kiper terbaik BRI Super League 2025/2026 dalam kategori tidak kebobolan, serta membantu Persib Bandung menempati posisi puncak klasemen dengan 57 poin dari 24 pertandingan.

Daftar Kiper yang Dipanggil John Herdman

  • Emil Audero (Indonesia/Italia)
  • Maarten Paes (Belanda)
  • Nadeo Argawinata (Indonesia)
  • Ernando Ari (Indonesia)
  • Cahya Supriadi (Indonesia)

Kelima nama di atas merupakan satu‑satunya kiper yang masuk dalam daftar 41 pemain yang dipanggil untuk pelatihan intensif di Jakarta. Tidak ada nama Teja di antara mereka, meskipun statistiknya berada di atas rata‑rata para kiper lain.

Faktor Penentuan Pemanggilan

Sumardji menjelaskan bahwa selain pertimbangan performa klub, keputusan Herdman dipengaruhi oleh beberapa faktor internal Timnas Indonesia:

  1. Keberadaan pelatih kiper khusus yang menilai kebutuhan teknis di bawah mistar gawang.
  2. Strategi taktik yang mengharuskan variasi gaya bermain antara kiper berbasis pengalaman internasional dan kiper lokal.
  3. Kondisi kebugaran dan kesiapan mental pemain pada saat pemusatan latihan.

Herdman, yang sebelumnya melatih tim nasional Inggris, cenderung mengutamakan kiper yang telah memiliki pengalaman bermain di luar negeri, seperti Audero dan Paes, untuk menambah dimensi internasional pada pertahanan Garuda. Hal ini sejalan dengan kebijakan PSSI yang menyiapkan tim kompetitif untuk ajang internasional.

Prospek Teja di Masa Depan

Sumardji menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan Teja dipanggil pada kesempatan berikutnya. “Semua pemain tetap memiliki peluang untuk masuk ke Timnas Indonesia, termasuk Teja. Keputusan saat ini lebih dipengaruhi kebutuhan khusus pelatih,” ujarnya kepada media pada Sabtu (14/3/2026). Ia menambahkan bahwa penilaian berkelanjutan dari pelatih kiper akan menjadi pertimbangan utama bila performa Teja tetap konsisten.

Dengan pencapaian clean sheet terbanyak musim ini dan status kiper terbaik BRI Super League, Teja Paku Alam berada di posisi yang kuat untuk menjadi kandidat utama pada pemanggilan berikutnya, terutama bila tim membutuhkan opsi kiper yang terbiasa bermain di tekanan tinggi Liga 1.

Secara keseluruhan, keputusan John Herdman tidak memanggil Teja Paku Alam mencerminkan kebijakan seleksi yang menitikberatkan pada kebutuhan taktis, keseimbangan antara pengalaman internasional dan lokal, serta penilaian khusus dari pelatih kiper. Meski demikian, prestasi gemilang Teja di level klub memberikan sinyal kuat bahwa ia tetap berada dalam radar Timnas Indonesia untuk kompetisi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *