PSPK – 04 Maret 2026 | Jakarta, 4 Maret 2026 – Pasangan artis Bebi Romeo dan Meisya Siregar mengalami situasi tak terduga setelah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah. Rencana pulang ke Indonesia yang semula dijadwalkan pada Senin, 2 Maret 2026, harus ditunda akibat penutupan sementara bandara di Dubai dan pembatasan wilayah udara di Uni Emirat Arab (UEA) yang dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Latar Belakang Penutupan Bandara dan Pengaruh Konflik
Penerbangan Meisya dan Bebi menggunakan maskapai Emirates dibatalkan ketika otoritas penerbangan UEA menutup akses ke Bandara Internasional Dubai sebagai langkah keamanan. Penutupan ini merupakan konsekuensi langsung dari eskalasi militer di wilayah Timur Tengah, di mana konflik Iran‑AS dan ketegangan Israel‑Palestina menimbulkan larangan terbang di sejumlah jalur udara strategis.
Meisya, yang berusia 46 tahun, mengungkapkan kecemasannya melalui Instagram Story pada Minggu, 1 Maret 2026. “Terus nasib kite gimana ini pesawat di‑cancel, enggak bisa pulang??? Airspace UEA closed untuk waktu yang enggak pasti,” tulisnya disertai emoji sedih. Ia menambahkan, “Doain yah temen‑temen, Allah kasih Qadar yang baik untuk para jamaah yang enggak bisa pulang.”
Upaya Mencari Tiket Pengganti
Setelah pembatalan, Meisya memutuskan untuk berburu tiket pengganti dari kamar hotel di Makkah. Dalam sebuah unggahan, ia menuliskan, “Abis war tiket lanjut tarawih di kamar, alhamdulillah bisa goler‑goler,” sambil menampilkan layar laptop yang menampilkan pencarian tiket penerbangan.
Ia tidak melakukannya sendiri. Meisya meminta masukan dari para pengikutnya, menanyakan apakah ada yang mengetahui jadwal penerbangan Jeddah‑Jakarta pada tanggal dua. Diskusi intensif berlangsung di kolom komentar, dengan sejumlah netizen menyarankan opsi transit melalui Doha, Istanbul, atau langsung dari King Abdulaziz International Airport di Jeddah.
Sementara itu, Bebi Romeo turut memantau situasi dan berkoordinasi dengan agen perjalanan. Pasangan ini memutuskan untuk tidak terburu‑buru memilih penerbangan, melainkan menunggu kepastian jadwal yang stabil dan aman.
Keputusan Akhir dan Keberangkatan
Setelah hampir 24 jam mencari, Meisya berhasil memperoleh tiket langsung ke Indonesia yang dijadwalkan berangkat pada Selasa, 3 Maret 2026. “Alhamdulillah aku dapat direct tanggal tiga, bismillah yah,” tulisnya dalam postingan selanjutnya, menandai titik balik dalam situasi yang sempat menegangkan.
Pergiannya dimulai dari King Abdulaziz International Airport, Jeddah, yang pada saat itu dipenuhi oleh jamaah umrah dan haji yang juga terdampak penutupan wilayah udara. Meisya membagikan foto keramaian bandara, menampilkan antrean penumpang, serta pesan doa dari seorang kenalan yang mengiringi mereka.
Sesampainya di bandara, pasangan itu menunggu proses boarding dengan tenang, mengingat kembali momen tawaf sunnah terakhir sebelum pulang. Pada pukul 18.30 WIB, mereka berhasil lepas landas menuju Jakarta, mengakhiri penantian yang hampir seminggu di Arab Saudi.
Kejadian ini menyoroti betapa rentannya jadwal perjalanan internasional terhadap dinamika geopolitik. Meskipun Meisya dan Bebi berhasil pulang dengan selamat, ribuan jamaah umrah lainnya masih menghadapi ketidakpastian serupa, menunggu keputusan otoritas penerbangan untuk membuka kembali rute‑rute yang terdampak.
Para pengikut di media sosial pun terus mengirim doa dan harapan, mengingatkan bahwa di balik gemerlapnya sorotan publik, terdapat kisah manusia biasa yang harus bersabar dan menanti keputusan yang tidak selalu dapat diprediksi.












