PSPK – 04 Maret 2026 | Kapten Persib Bandung, Marc Klok, mengaku masih menyesali hasil imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Senin 3 Maret 2026 malam WIB itu berlangsung sengit, dengan kedua tim saling bertukar gol. Namun, menurut Klok, Maung Bandung seharusnya mampu mengamankan tiga poin.
“Saya pikir kami kehilangan dua poin. Sangat tidak beruntung, tidak senang. Semua pemain tidak senang. Seharusnya menang,” ujar Klok dalam pernyataan resmi Persib yang dirilis Rabu (4/3/2026). Ia menyoroti gol Kakang Rudianto pada babak pertama yang harus dianulir oleh VAR setelah wasit meninjau ulang keputusan tersebut. Kejadian itu menjadi salah satu faktor utama mengapa Persib gagal meraih kemenangan di kandang lawan.
Kontroversi VAR dan Keputusan Wasit
Selain gol yang dianulir, pertandingan juga dipenuhi keputusan kontroversial lainnya. Pada menit ke-44, Persebaya memperoleh penalti yang kemudian diubah menjadi gol, memberi mereka keunggulan 1-0. Di babak kedua, Bojan Hodak, pelatih Persib, memutuskan untuk tidak mengadakan konferensi pers sebagai bentuk protes atas keputusan wasit. “Saya selalu menghormati media, tetapi saya tidak bisa berbicara tentang wasit hari ini,” kata Hodak, menambahkan bahwa ia akan dikenai sanksi bila melanggar larangan tersebut.
Komisaris PT Persib Bandung, Umuh Muchtar, memahami aksi boikot tersebut, mengingat serangkaian keputusan yang dianggap memihak, termasuk kartu kuning bagi Hodak yang membuatnya semakin berhati-hati dalam mengekspresikan kekecewaannya.
Fokus ke Laga Selanjutnya: Persik Kediri
Meski kekecewaan masih terasa, Klok menegaskan bahwa timnya tidak akan berlarut-larut dalam hasil imbang. “Fokus pertandingan selanjutnya,” tegasnya. Persib akan menghadapi Persik Kediri pada pekan berikutnya, dan Kapten berkeyakinan bahwa tim harus kembali ke jalur kemenangan. “Kami akan memperbaiki kekurangan, terutama dalam mengeksekusi peluang, dan kembali ke Bandung dengan tiga poin,” tambahnya.
Persik Kediri, yang sedang berada di zona tengah klasemen, menjadi target logis bagi Persib yang ingin menambah poin demi mengejar posisi puncak. Analisis taktik menunjukkan bahwa Persik cenderung mengandalkan serangan balik cepat, sehingga Persib diperkirakan akan menyiapkan lini tengah yang lebih kreatif serta menambah intensitas pressing.
Statistik Singkat Pertandingan Persib vs Persebaya
- Skor akhir: 2-2
- Gol Persib: Kakang Rudianto (dibatalkan VAR), Andrew Jung (pada menit ke-68)
- Gol Persebaya: Bruno Moreira (penalti, menit ke-44), Ramon Tanque (menit ke-78)
- Perubahan pemain Persib: 6 pergantian
- Kartu kuning: Bojan Hodak (1)
Dengan enam pergantian pemain, pelatih Bojan Hodak mencoba mengatur ritme permainan, termasuk memperkenalkan tiga tenaga baru: Andrew Jung, Beckham Putra, dan Adam Alis pada babak kedua. Meskipun perubahan tersebut tidak menghasilkan kemenangan, mereka memberi gambaran tentang opsi-opsi yang dapat dioptimalkan pada laga berikutnya.
Reaksi Penggemar dan Media
Penggemar Persib mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial, menyoroti keputusan VAR dan penalti yang memicu perdebatan. Namun, sebagian juga memberikan dukungan moral kepada Marc Klok dan Bojan Hodak, mengingat tekanan yang dihadapi dalam pertandingan sengit di kandang lawan.
Media olahraga lokal, termasuk Okezone.com dan Kompas.com, menyoroti pentingnya mentalitas move on setelah hasil imbang. Mereka menekankan bahwa kemampuan tim untuk bangkit kembali akan menjadi penentu utama dalam perburuan gelar musim ini.
Ke depan, Persib Bandung akan berusaha memanfaatkan momentum positif dari pernyataan Marc Klok dan memperbaiki koordinasi tim. Jika Persib berhasil mengamankan tiga poin melawan Persik Kediri, mereka dapat menutup celah poin dengan rival terdekat dan memperkuat posisi di puncak klasemen Super League 2025/2026.
Dengan tekad kuat, fokus pada strategi baru, dan dukungan penuh dari suporter, Persib berharap dapat mengubah kekecewaan menjadi kemenangan pada pertemuan selanjutnya.












