PSPK – 11 Maret 2026 | Robert Lewandowski, legenda penyerang Polandia yang bergabung dengan FC Barcelona pada 2022, kini berada di persimpangan karier yang belum pernah ia alami sebelumnya. Setelah enam tahun menorehkan rekor impresif, termasuk menjadi pencetak gol terbanyak klub pada musim pertamanya, striker berusia 37 tahun ini mengaku belum yakin akan langkah selanjutnya. Pernyataan terbarunya menggemparkan dunia sepakbola, menambah ketidakpastian tentang apakah sang veteran akan mengakhiri masa baktinya di Camp Nou atau melanjutkan petualangan ke liga lain.
Kondisi Form dan Persaingan di Frontline
Sejak awal musim 2025/2026, Lewandowski mengalami penurunan performa yang signifikan. Di balik kemenangan 1-1 melawan Newcastle United dalam laga Liga Champions, ia terlihat berjuang untuk menemukan ritme, sementara rekan setimnya, Lamine Yamal, menonjolkan kecepatan dan kreativitasnya. Ferran Torres, yang kini menjadi pilihan utama pelatih Hansi Flick, juga menyedot sorotan dengan sejumlah penampilan yang konsisten, meskipun kadang tidak stabil. Statistik menunjukkan Lewandowski mencetak 14 gol dan satu assist dalam 33 penampilan di semua kompetisi, jauh di bawah ekspektasi dibandingkan 42 gol pada musim sebelumnya.
Pernyataan Lewandowski tentang Masa Depan
Dalam wawancara eksklusif dengan The Athletic, Lewandowski mengungkapkan kebingungan yang ia rasakan: “Saya tidak tahu, karena saya harus merasakannya. Saat ini saya tidak dapat mengatakan apa yang akan saya putuskan, karena saya bahkan belum 50% yakin jalur mana yang ingin saya ambil.” Ia menegaskan bahwa usia dan pengalaman memberi ruang bagi dirinya untuk menunggu hingga tiga bulan ke depan sebelum membuat keputusan final, tanpa tekanan yang berarti.
Minat dari Klub Lain dan Tawaran Gaji
Ketidakpastian di Barcelona membuka peluang bagi klub-klub besar lain. AC Milan, Atletico Madrid, serta beberapa tim MLS dan Saudi Pro League dilaporkan telah mengirimkan delegasi scouting. Meski demikian, Barcelona masih menilai Lewandowski sebagai aset penting, terutama mengingat keterbatasan finansial klub yang membuat mereka sulit merekrut striker dunia kelas satu seperti Julián Álvarez dengan nilai transfer €150 juta.
- AC Milan – tertarik pada pengalaman dan kepemimpinan Lewan.
- Atletico Madrid – menilai kebutuhan akan penyerang berpengalaman.
- MLS (Inter Miami) – menawarkan paket komersial menarik.
- Saudi Pro League – prospek gaji tinggi dan proyek ambisius.
Lewandowski dikabarkan bersedia menurunkan gaji dan menerima peran sekunder dalam kontrak baru, demi membantu menstabilkan keuangan Barcelona. Target pribadinya adalah menambah 10 gol lagi sebelum akhir musim, sebagai bukti bahwa ia masih memiliki insting gol kelas dunia.
Visi Joan Laporta dan Rencana Barcelona
Presiden Barcelona, Joan Laporta, secara terbuka menyatakan keinginannya agar Lewandowski tetap berada setidaknya satu musim lagi. Dalam sebuah wawancara dengan SER, Laporta menekankan bahwa pemain berusia 37 tahun tersebut tidak hanya memberikan kontribusi di lapangan, tetapi juga menjadi teladan profesional bagi generasi muda, termasuk Lamine Yamal. “Kami ingin Lewandowski tetap di sini, karena kehadirannya menambah stabilitas dan semangat kompetitif dalam skuad,” ujar Laporta.
Namun, Barcelona juga sedang mengejar opsi penyerang baru untuk musim depan, dengan target utama Julián Álvarez yang kini terhambat oleh nilai transfer yang tinggi. Jika akuisisi tersebut gagal, peluang Lewandowski untuk memperpanjang kontrak akan semakin besar.
Dalam konteks kompetisi, Barcelona tengah menyiapkan diri untuk laga penting di Liga Champions melawan Newcastle United. Meskipun Lewandowski sempat memakai masker pada laga tersebut – sebuah tindakan yang menimbulkan spekulasi mengenai kebugarannya – ia tetap tampil penuh semangat, mengingatkan bahwa motivasinya masih tinggi meski berada di fase akhir karier.
Dengan kontrak yang akan berakhir pada akhir musim ini, keputusan Lewandowski akan menjadi titik balik tidak hanya bagi kariernya, tetapi juga bagi strategi jangka panjang Barcelona. Apakah sang striker akan menandatangani perpanjangan dengan gaji yang lebih rendah, atau mencari tantangan baru di liga lain, masih menjadi pertanyaan yang menanti jawaban di musim mendatang.
Sejauh ini, Lewandowski menegaskan bahwa ia tidak terburu‑buru membuat keputusan dan akan menunggu hingga perasaan internalnya memberi kejelasan. Sementara itu, Barcelona terus berupaya menyeimbangkan ambisi kompetitif dengan realitas keuangan, menjadikan nasib sang veteran sebagai salah satu cerita paling menarik dalam kalender sepakbola 2026.












