PSPK – 01 Maret 2026 | Bekasi, 28 Februari 2026 – Pada laga pekan ke-21 Liga 2 Indonesia ini, FC Bekasi City berhasil menumbangkan PSMS Medan dengan skor tipis 2-1 di Stadion Patriot Candrabhaga. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi tuan rumah, tetapi juga menyisakan rasa kecewa mendalam bagi sang tamu yang harus menelan kartu merah, keputusan wasit yang dipertanyakan, serta serangan cepat di awal babak kedua.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama, PSMS Medan menampilkan pola permainan yang dominan. Felipe Cadenazzi hampir membuka skor lewat tembakan yang meleset tipis, sementara dua heading Erwin Gutawa memaksa kiper Bekasi City, Ikram Algiffari, beraksi keras. Clayton da Silva juga menambah tekanan dengan tendangan keras yang mengguncang tiang gawang.
Kiper Bekasi City tampil gemilang, menepis semua ancaman PSMS dan menjaga kedudukan 0-0 hingga istirahat. Namun, situasi berubah drastis pada menit pertama babak kedua. Setelah perubahan strategi oleh pelatih Eko Purdjianto, Ramadhan mencetak gol cepat untuk Bekasi City hanya satu menit setelah kick‑off, menimbulkan kegugupan pada lini belakang PSMS.
Drama Kartu Merah dan Kontroversi Wasit
Detik demi detik pertandingan menjadi semakin panas ketika Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Renan Silva. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah, memaksa PSMS bermain dengan sepuluh pemain. Keputusan ini memicu protes keras dari pelatih Eko Purdjianto yang menilai bahwa wasit terlalu cepat memberikan hukuman, sehingga mengganggu konsentrasi timnya.
“Saya sudah mengingatkan pemain untuk menghormati wasit, namun ada beberapa keputusan yang membuyarkan konsentrasi kami,” ujar Eko dalam konferensi pers pasca laga. Ia menambahkan niat untuk membuat laporan resmi kepada Komisi Wasit terkait keputusan yang dianggap tidak proporsional.
Gol Penyelamat dan Akhir Pertandingan
Meskipun berada dalam tekanan, PSMS tidak menyerah. Tekanan berulang menghasilkan peluang penalti pada menit ke‑70. Cadenazzi mengeksekusi tendangan tersebut dengan tenang, memperkecil selisih menjadi 2-1. Namun, upaya PSMS untuk menyamakan kedudukan gagal hingga peluit akhir, karena kiper Ikram Algiffari kembali menunjukkan aksi penyelamatan krusial.
Statistik Head‑to‑Head
Pertemuan ini menambah catatan pertemuan kedua tim di Liga 2 musim 2025/2026 menjadi tiga kali. Sebelumnya, PSMS menundukkan Bekasi City 2-1 pada 30 Januari 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, namun harus menerima kekalahan 0-1 pada pertemuan pertama 9 November 2025. Dengan hasil terbaru, rekor keseluruhan menjadi: PSMS menang 2 kali, imbang 1 kali, dan kalah 1 kali.
Reaksi dan Harapan Kedepan
- Eko Purdjianto (Pelatih PSMS): “Kami akan memperbaiki fokus dan menyiapkan laporan ke komisi wasit. Meski kalah, kami tetap bertekad melanjutkan perjuangan hingga akhir kompetisi.”
- Ikhsan Chan (Bekasi City): “Saya senang dapat membantu tim dengan gol kedua, tetapi kami tetap menghormati lawan. Kami akan berusaha mempertahankan posisi di papan atas klasemen.”
Dengan 29 poin, PSMS Medan berada di posisi kelima klasemen Grup 1, sementara Bekasi City menempati urutan keempat dengan 33 poin. Kedua tim kini menatap pertandingan selanjutnya dengan target masing‑masing: PSMS berupaya mengumpulkan poin penting untuk mengejar zona promosi, sedangkan Bekasi City ingin memperkuat peluang lolos ke putaran berikutnya.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi contoh betapa pentingnya disiplin, keputusan wasit, dan kesiapan mental dalam kompetisi yang ketat. Kedua tim akan belajar dari pengalaman ini dan mempersiapkan diri untuk tantangan selanjutnya.












