PSPK – 23 Maret 2026 | Di babak ketiga Miami Open pada hari Minggu, petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz mengalami kejutan besar ketika kalah dari Amerika Serikat, Sebastian Korda dengan skor 6-3, 5-7, 6-4. Kemenangan Korda menjadi pencapaian penting dalam kariernya, menandai kemenangan pertamanya melawan pemain peringkat atas.
Korda memulai pertandingan dengan kuat, memanfaatkan servisnya untuk mencatat 12 ace dan mengamankan set pertama 6-3. Pada set kedua, Alcaraz sempat memimpin 5-3 dan berusaha menutup pertandingan melalui servis, namun servisnya gagal dikembalikan, sehingga Korda berhasil menyamakan kedudukan menjadi satu set sama.
Set penentu menjadi pertarungan sengit. Alcaraz sempat menyamakan kedudukan dengan forehandnya, tetapi Korda menahan tekanan, memecah serve Alcaraz dan mengamankan break pertama. Pada akhirnya, Korda mempertahankan keunggulan 5-3 dengan overhead yang tepat dan menutup pertandingan pada match point kedua.
“Rasanya luar biasa. Saya menempuh jalan yang berliku, itu pasti,” ujar Korda dalam wawancara pasca-pertandingan. “Ini sedikit lebih menegangkan daripada yang saya inginkan, tetapi saya senang dengan cara saya bermain, senang dengan bagaimana saya tetap bertahan. Saya berada dalam beberapa situasi sulit dan saya terus maju, terus percaya dan saya bermain sangat baik pada akhirnya.”
Berada di peringkat 36 dunia, Korda menunjukkan peningkatan signifikan dengan mengandalkan servis dan voli yang efektif. Sementara itu, Alcaraz, yang baru saja menutup tahun 2023 dengan gelar Grand Slam di Australian Open dan memiliki rekor 17-2 pada tahun ini, tampak kurang konsisten. Ia sebelumnya mengalami kekalahan pertamanya musim ini dari Daniil Medvedev di semifinal Indian Wells.
Alcaraz, yang memenangkan Miami Open pada 2022 saat berusia 18 tahun, kini harus menyiapkan diri menjelang musim tanah liat yang dimulai dengan Monte-Carlo Masters bulan depan. Korda, unggulan ke-32, selanjutnya akan berhadapan dengan Karen Khachanov atau Martin Landaluce di babak 16 besar.












