Project Seru Penuh Kejutan

Kecam Predator Seksual di Dunia Olahraga, PSSI Dukung Erick Thohir Bertindak Tegas

March 15, 2026 • 0 Views
Kecam Predator Seksual di Dunia Olahraga, PSSI Dukung Erick Thohir Bertindak Tegas
Kecam Predator Seksual di Dunia Olahraga, PSSI Dukung Erick Thohir Bertindak Tegas

PSPK – 15 Maret 2026 | Kasus kekerasan seksual yang menimpa atlet panjat tebing dan kickboxing belakangan ini menuai kecaman luas. Kejadian tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan pengelola olahraga, termasuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menegaskan bahwa dunia olahraga tidak boleh menjadi tempat bagi predator seksual.

Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI, menyatakan bahwa tindakan kekerasan seksual sangat bertentangan dengan nilai sportivitas, rasa hormat, dan integritas yang menjadi dasar olahraga. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang serius, profesional, dan transparan agar keadilan dapat dirasakan oleh korban dan keluarganya.

PSSI juga memberikan apresiasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang cepat membuka kanal pengaduan khusus bagi atlet. Menurut Yunus, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengawal kasus dan mendorong cabang olahraga lain meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Vivin Cahyani Sungkono, anggota Komite Eksekutif PSSI, menambahkan bahwa atlet merupakan kebanggaan bangsa dan harus dilindungi dari ancaman yang menimbulkan trauma. Ia menuntut hukuman berat bagi pelaku sesuai undang‑undang serta penegakan regulasi dan kode etik yang melarang segala bentuk kekerasan.

Untuk mencegah kasus serupa, Vivin mengusulkan beberapa langkah konkret:

  • Penguatan regulasi dan kode etik pada setiap federasi olahraga.
  • Edukasi berkelanjutan tentang batasan perilaku profesional bagi atlet, pelatih, dan ofisial.
  • Pembentukan tim pengawas independen yang dapat menindaklanjuti laporan secara cepat.
  • Penyediaan layanan konseling dan dukungan psikologis bagi korban.

Dengan upaya bersama antara federasi, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan lingkungan olahraga Indonesia menjadi ruang yang aman, bebas dari ancaman seksual, sehingga atlet dapat fokus menggapai prestasi tanpa rasa takut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *