PSPK – 04 Maret 2026 | Jakarta – Petenis putri Indonesia Janice Tjen menanti tantangan besar di BNP Paribas Open 2026 yang digelar di Indian Wells, California. Dengan posisi di kuarter pertama yang sama dengan Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia, Janice berpeluang bertemu sang ratu tenis pada babak ketiga bila melaju tanpa hambatan.
Jadwal dan Lawan Awal
Pertandingan pembuka Janice dijadwalkan melawan petenis Rumania berusia 27 tahun, Jaqueline Cristian, peringkat 35 dunia. Cristian menempati posisi empat peringkat di atas Janice yang kini berada di peringkat 39‑40 dunia. Kemenangan atas Cristian akan mengantarkan Janice ke babak kedua melawan Maya Joint, petenis muda Australia yang mendapat bye pada putaran pertama.
Prestasi Terbaru Janice Tjen
Musim ini Janice menunjukkan perkembangan signifikan dalam rangkaian “Middle East Swing”. Berikut rangkaian hasil pentingnya:
- Abu Dhabi Open 2026: Mengalahkan Maya Joint pada babak pertama, kemudian tersingkir di babak kedua oleh Liudmila Samsonova (unggulan kelima).
- Doha WTA 1000: Menang atas Beatriz Haddad Maia (Brasil) sebelum kalah dari Iga Swiatek (unggulan satu) pada babak kedua.
- Dubai Duty Free Tennis Championships: Mencapai babak 16 besar dengan mengalahkan Dayana Yastremska dan Leylah Fernandez dalam dua set langsung, sebelum tersingkir oleh Amanda Anisimova (unggulan dua).
Kenaikan peringkat Janice dari 411 pada tahun 2025 ke peringkat 36 dunia kini mencerminkan konsistensi dan mentalitas kompetitif yang kuat. Dalam 52 pekan terakhir, ia mencatatkan persentase kemenangan 83,7 % di permukaan keras, yang menjadi arena utama Indian Wells.
Potensi Pertemuan dengan Sabalenka
Aryna Sabalenka, petenis asal Belarus, kembali ke sirkuit setelah menembus final Australian Open. Sabalenka, yang absen selama tur Timur Tengah, menempati unggulan pertama di Indian Wells dan mendapatkan bye hingga babak kedua. Jika Janice berhasil melewati Cristian, Joint, serta lawan di babak ketiga, ia dapat bertemu Sabalenka pada babak ketiga.
Sabalenka belum pernah memenangkan BNP Paribas Open meskipun pernah mencapai final dua kali. Bagi Janice, pertemuan tersebut bukan sekadar pertandingan, melainkan peluang mencetak sejarah bagi tenis Indonesia, mengingat belum ada petenis putri Indonesia yang pernah menembus babak tiga turnamen WTA 1000 sebelumnya.
Analisis Peluang dan Tantangan
Secara statistik, Janice unggul dalam pertempuran di hard court dengan catatan 72 kemenangan dan 14 kekalahan. Cristian, di sisi lain, memiliki persentase kemenangan 58,3 % (35‑25) di periode yang sama. Keunggulan angka menunjukkan Janice memiliki peluang lebih besar, meskipun perbedaan peringkat tetap menjadi faktor psikologis.
Selain aspek teknis, faktor kebugaran dan jadwal pertandingan juga berperan. Indian Wells dikenal dengan cuaca kering dan lapangan keras yang cepat, cocok dengan gaya permainan agresif Janice yang mengandalkan forehand kuat dan servis yang konsisten.
Dengan dukungan tim pelatih dan sponsor, Janice menatap turnamen ini sebagai batu loncatan untuk masuk peringkat 30 dunia. Jika berhasil menembus babak tiga dan menantang Sabalenka, eksposurnya akan meluas, membuka peluang sponsor internasional dan meningkatkan profil tenis Indonesia di mata dunia.
Terlepas dari hasil akhir, partisipasi Janice di BNP Paribas Open 2026 sudah menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Semua mata kini menanti bagaimana ia akan menaklukkan Cristian dan melangkah lebih jauh dalam kompetisi bergengsi ini.












