PSPK – 01 Maret 2026 | Inter Milan mengukuhkan dominasi di Serie A dengan kemenangan 2‑0 atas Genoa pada Sabtu (28 Februari), memperlebar selisih ke 13 poin dari rival sekotanya, AC Milan.
Dimarco dan Calhanoglu bawa tiga poin penting
Gol pertama datang dari Federico Dimarco yang menaklukkan sudut sempit kiri lapangan dengan voli memukau setelah umpan tinggi dari Henrikh Mkhitaryan. Gol kedua dicetak Hakan Calhanoglu lewat penalti tepat pada menit ke‑70 setelah Alexsandro Amorim melakukan handball di kotak penalti. Kemenangan ini menandai kemenangan ke‑8 beruntun Inter di liga dan kemenangan ke‑14 dari 15 pertandingan terakhir.
- Poin Inter: 67 dari 27 laga
- Poin AC Milan: 54 (menempati posisi dua)
- Jadwal selanjutnya: Derby Milano pada 2 Maret di San Siro
Derby Milano menjadi ujian akhir
Dengan jeda satu pertandingan, Inter akan menanti kedatangan AC Milan yang harus mengamankan kemenangan melawan Cremonese untuk tetap hidup dalam perburuan gelar. Cremonese kini berada di zona degradasi, menempati peringkat 17 dengan selisih gol tipis dari zona aman.
Pertandingan Cremonese vs AC Milan dijadwalkan pada 1 Maret 2026 pukul 06:30 EST (11:30 GMT). Bagi penonton internasional, layanan VPN seperti ExpressVPN dapat mengatasi pembatasan geografis untuk menonton secara legal di platform streaming resmi.
Seri A di panggung Eropa: tantangan dan harapan
Meskipun Inter mendominasi domestik, performa Eropa tetap menjadi catatan pahit. Inter tersingkir di babak playoff melawan Bodo/Glimt (5‑2 agregat) sementara Juventus dan Atalanta juga gagal melaju ke fase 16 besar. Kritik menyebut Serie A sedang dalam “masa sulit”, namun analisis menunjukkan liga tetap kompetitif dengan delapan final kompetisi Eropa dalam lima tahun terakhir.
Para pakar menilai bahwa kegagalan di Eropa tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas domestik. Investasi asing, kebijakan keuangan, dan pengembangan akademi pemain muda memberi sinyal positif bagi masa depan liga.
Statistik singkat minggu ini
| Tim | Pertandingan Terbaru | Poin | Posisi |
|---|---|---|---|
| Inter Milan | Inter 2‑0 Genoa | 67 | 1 |
| AC Milan | AC Milan 1‑0 Parma | 54 | 2 |
| Cremonese | Cremonese 0‑3 Roma | 31 | 17 |
| Genoa | Genoa 0‑2 Inter | 28 | 20 |
Inter mengandalkan formasi 3‑5‑2 yang menekankan keseimbangan antara pertahanan solid dan serangan sayap. Meskipun Alessandro Bastoni absen karena skors, Carlos Augusto menggantikan perannya, sementara Marco Bonny diprediksi menjadi rekan Marcus Thuram di lini depan. Pemain muda seperti Federico Dimarco menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan mengklaim satu assist lagi untuk menyamai rekor Serie A.
Di sisi lain, AC Milan menghadapi beban cedera; Ruben Loftus‑Cheek menanggung patah rahang, sementara beberapa pemain inti berada di luar kebugaran penuh. Namun, Stefano Pioli tetap optimis, menyoroti kedalaman skuad dengan pemain seperti Theo Hernández dan Rafael Leão yang dapat mengisi kekosongan.
Cremonese berjuang keras menghindari degradasi. Setelah kekalahan 3‑0 dari Roma, mereka hanya mengamankan dua kemenangan di 12 laga kandang terakhir. Kebobolan gol secara konsisten dan kehilangan poin kritis melawan tim menengah membuat mereka berada di ambang zona terjun.
Seri A terus meningkatkan jangkauan siar internasional melalui platform seperti DAZN, TNT Sports, dan Paramount+. Penonton global diperkirakan meningkat 12% tahun ini, seiring liga menonjolkan kisah dramatis seperti derby Milano, perjuangan klub-klub kecil, serta penampilan bintang internasional.
Dengan 11 pertandingan tersisa, Inter masih memegang peluang besar untuk mengamankan Scudetto, sementara AC Milan harus menutup kesenjangan 10 poin dengan hasil maksimal. Persaingan di puncak, drama zona degradasi, dan tantangan di kompetisi Eropa menjadikan Serie A pekan ini sebagai contoh terbaik semangat sepak bola Italia yang tak pernah padam.












