PSPK – 08 Maret 2026 | All England Open 2026 berlangsung di Utilita Arena Birmingham dengan sorotan tajam pada wakil Indonesia. Sesi perempat final menampilkan enam pasang Indonesia yang bersaing melawan lawan-lawan unggulan dunia. Sayangnya, harapan Indonesia di nomor ganda putri harus berakhir di babak ini ketika pasangan Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari tersingkir setelah melawan duo unggulan kedua asal Malaysia, Pear Pearly Tan dan Thinaah Muralitharan.
Perjalanan Ganda Putri Indonesia
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari masuk ke perempat final setelah menampilkan permainan konsisten di babak 16 besar. Namun, pada sesi kedua perempat final (pukul 00.00 WIB, 7 Maret 2026), mereka harus menghadapi pasangan Malaysia yang berperingkat kedua dunia. Dalam dua game yang berlangsung sengit, pasangan Indonesia tidak mampu menahan serangan agresif lawan, mengakibatkan kemenangan 21-17 dan 21-14 bagi Tan/Muralitharan.
Kekalahan ini menambah daftar panjang kegagalan Indonesia di nomor ganda putri pada turnamen prestisius ini. Sebelumnya, Putri Kusuma Wardani di nomor tunggal putri juga harus menyerah dari An Se Young (Korea Selatan) dengan skor 21-11, 21-14, menegaskan tantangan berat yang dihadapi para atlet Indonesia melawan pemain top dunia.
Harapan di Nomor Lain: Ganda Putra dan Ganda Campuran
Di sisi lain, ganda putra Indonesia tetap menjadi harapan utama. Pasangan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, yang debut di All England 2026, berhasil menembus semifinal setelah mengalahkan unggulan tiga asal China, Liang Weikeng/Wang Chang, dengan skor 21-18, 21-12. Keberhasilan ini menjadikan mereka satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di babak semifinal, sekaligus melanjutkan tradisi kuat ganda putra Indonesia sejak era Tjun Tjun/Johan Wahjudi.
Pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga menembus perempat final namun harus berhadapan dengan juara bertahan All England, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China). Meskipun tampil berani, mereka akhirnya kalah 21-15, 21-13, menutup peluang medali di kategori campuran.
Jadwal dan Live Streaming
Bagi para penggemar, seluruh perempat final dapat disaksikan melalui layanan streaming Vidio. Sesi pertama dimulai pada Jumat, 6 Maret 2026 pukul 16.30 WIB menampilkan Alwi Farhan vs Kunlavut Vitidsarn, Rian/Rahmat vs Chen Bo Yang/Liu Yi, Amri/Nita vs Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, serta Putri Kusuma Wardani vs An Se Young. Sesi kedua dilanjutkan pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 00.00 WIB dengan pertandingan Febriana/Dwipuji Kusuma vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dan Raymond/Joaquin vs Liang Weikeng/Wang Chang.
Analisis Kinerja dan Tantangan Kedepan
- Ganda putri: Kekalahan menyoroti kebutuhan peningkatan taktik serangan dan kecepatan transisi, terutama melawan pasangan yang menguasai permainan net.
- Ganda putra: Raymond/Joaquin menunjukkan potensi besar dengan mental juara, namun mereka harus mempersiapkan diri menghadapi duo nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, di semifinal.
- Ganda campuran: Amri/Nita perlu memperbaiki konsentrasi pada momen krusial, mengingat mereka pernah kehilangan fokus di poin penting.
Pelatih tim nasional, Eng Hian, menegaskan bahwa pengalaman di turnamen bergengsi seperti All England menjadi batu loncatan bagi generasi muda. Ia menambahkan bahwa fokus ke depan adalah memanfaatkan momentum yang ada untuk meraih gelar di turnamen-turnamen BWF World Tour berikutnya.
Secara keseluruhan, meski harapan di ganda putri telah pupus, semangat Indonesia masih hidup berkat penampilan gemilang ganda putra yang kini berhadapan dengan tantangan terbesar di semifinal. Dukungan publik dan persiapan matang menjadi kunci untuk mengubah potensi menjadi prestasi pada babak final.












