PSPK – 14 Maret 2026 | Jakarta – Kaspersky mengumumkan bahwa pada tahun 2025 hampir 40 juta upaya ancaman siber berhasil menembus perangkat di Indonesia. Data ini diambil dari telemetri Kaspersky Security Network (KSN) yang mencakup semua komputer peserta di tanah air.
Selama periode Januari hingga Desember 2025, total insiden lokal yang terdeteksi mencapai 39.718.903. Angka tersebut setara dengan lebih dari 108.000 insiden per hari, kebanyakan berasal dari perangkat yang dapat dilepas seperti USB, CD, dan DVD.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Total insiden lokal | 39.718.903 |
| Insiden per hari rata‑rata | ≈108.000 |
| Persentase pengguna yang diserang | 31,5 % |
| Peringkat global Indonesia | 71 |
Mayoritas serangan tersebut berupa worm dan virus file yang menyebar melalui media removable. Peningkatan ancaman bertepatan dengan kebijakan kerja fleksibel (Flexible Work Arrangement) dan kerja dari rumah (WFH) yang diberlakukan selama bulan Ramadan, sehingga karyawan lebih sering menggunakan perangkat di luar jaringan kantor.
Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky Indonesia, menekankan bahwa kenyamanan kerja jarak jauh juga membawa risiko keamanan yang signifikan. “Perangkat laptop dan smartphone yang dipakai di luar perimeter perusahaan harus dilindungi seketat perangkat yang berada di dalam jaringan kantor,” ujarnya.
Untuk meminimalisir risiko selama Ramadan, Kaspersky menyarankan beberapa langkah praktis:
- Perbarui semua perangkat lunak secara rutin untuk menutup celah kerentanan.
- Lakukan pencadangan data secara berkala dan pastikan dapat dipulihkan dengan cepat.
- Gunakan VPN perusahaan yang terbaru saat mengakses email atau sumber daya internal.
- Tingkatkan literasi keamanan siber melalui pelatihan, misalnya Kaspersky Automated Security Awareness Platform.
- Implementasikan solusi keamanan terintegrasi, seperti Kaspersky NEXT XDR, yang menggabungkan perlindungan endpoint dan respons insiden otomatis.
- Konfigurasikan router nirkabel dan firewall pribadi di rumah untuk menambah lapisan pertahanan.
Dengan menerapkan langkah‑langkah tersebut, baik individu maupun perusahaan dapat menjaga keamanan data dan beroperasi secara produktif tanpa mengorbankan keamanan selama periode kerja fleksibel.












