PSPK – 16 Maret 2026 | Pertandingan BRI Super League 2025/2026 pekan ke‑21 antara Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda berlangsung sengit pada Minggu, 15 Maret 2026 di Stadion Segiri, Samarinda. Maung Bandung membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Adam Alis pada menit ke‑13, namun gol penalti Mariano Peralta pada menit ke‑84 berhasil menyeimbangkan kedudukan menjadi 1‑1. Hasil imbang tersebut membuat Persib tetap memimpin klasemen dengan 58 poin, hanya selisih empat poin dari Borneo FC yang menempati posisi runner‑up dengan 54 poin.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi. Persib menampilkan lini tengah yang solid berkat kerja sama Adam Alis, Luciano Guaycochea, dan Frans Putros. Pada menit ke‑13, sebuah bola liar di dalam kotak penalti Borneo FC menghasilkan peluang bagi Adam Alis. Gelandang berusia 32 tahun itu menembus pertahanan dan melepaskan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang Nadeo Argawinata, mencetak gol pembuka pertama bagi Persib. Gol tersebut memaksa Borneo FC untuk meningkatkan tekanan.
Setelah gol pembuka, Borneo FC mengandalkan kecepatan sayap, terutama Mariano Peralta yang sering menguji lini belakang Persib. Pada menit ke‑21, Obieta menerima umpan silang dari Peralta, namun tembakan melebar. Borneo terus menyerang, menciptakan peluang dari sundulan Obieta pada menit ke‑68 dan percobaan tembakan jarak jauh dari Frans Putros pada menit ke‑26, tetapi semua usaha gagal memecah kebuntuan.
Kartu Kuning dan Pengaruhnya
Wasit asal Malaysia, Razlan Jofri Bin Ali, mengeluarkan total lima kartu kuning selama laga. Empat kartu kuning diberikan kepada pemain Persib, termasuk Frans Putros (kartu ketujuh musim ini) dan Patricio Matricardi (kartu keempat musim ini), yang keduanya harus absen pada pertandingan berikutnya karena akumulasi kartu. Borneo FC hanya menerima satu kartu kuning untuk Frans Putros (Borneo), menambah ketegangan dalam duel keduanya.
Penalti Penyelamat Borneo
Menjelang akhir babak kedua, pada menit ke‑81, wasit menunjuk titik putih setelah VAR mengonfirmasi handball oleh Uilliam Barros di dalam kotak penalti Persib. Mariano Peralta ditunjuk sebagai eksekutor. Dengan tenang, Peralta mengeksekusi tendangan penalti ke pojok kanan atas, melewati kiper Teja Paku Alam dan menyamakan kedudukan 1‑1 pada menit ke‑84. Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan, menambah tekanan pada Persib yang harus mengejar kemenangan di menit-menit akhir.
Setelah penalti, Borneo FC terus menekan, namun Persib bertahan dengan disiplin. Pada menit tambahan 90+4, kiper Teja Paku Alam kembali menampilkan aksi heroik dengan menangkis tendangan berbahaya Peralta di dalam kotak penalti. Beckham Putra hampir mencetak gol emas pada menit 90+6, namun tendangannya berhasil dihalau oleh penjaga gawang lawan, Kei Hirose.
Klasemen dan Implikasi
Dengan hasil imbang, Persib tetap berada di puncak klasemen BRI Super League dengan 58 poin dari 25 laga, sementara Borneo FC mengumpulkan 54 poin. Jarak empat poin tersebut masih cukup tipis, menandakan persaingan ketat menuju akhir musim. Bojan Hodak, pelatih Persib, menyatakan kepuasannya atas penampilan tim meski tidak mampu memperlebar jarak, dan menekankan pentingnya konsistensi di sisa laga.
Secara statistik, kedua tim mencatat total tembakan yang hampir seimbang, dengan Persib memiliki 12 tembakan (5 tepat sasaran) dan Borneo FC mencatat 11 tembakan (4 tepat sasaran). Penguasaan bola berada di tangan Persib (55%) dibandingkan Borneo FC (45%).
Keberhasilan Adam Alis mencetak gol melawan mantan klubnya menambah catatan pribadi sang gelandang, sementara penalti Peralta menunjukkan ketajaman pemain sayap dalam situasi krusial. Kedua gol tersebut menjadi sorotan utama dalam pertandingan yang memperlihatkan kualitas taktik dan ketangguhan mental kedua tim.
Persib kini menatap laga berikutnya dengan target mempertahankan keunggulan poin, sementara Borneo FC akan berusaha menutup jarak selisih empat poin dalam beberapa pekan ke depan. Pertarungan antara dua tim papan atas ini diperkirakan akan semakin memanas menjelang penutup kompetisi.












