Project Seru Penuh Kejutan

Ginting G Near Breakthrough, Namun Indonesia Gagal Capai Final Tunggal Putra di Swiss Open 2026

March 15, 2026 • 0 Views
Ginting G Near Breakthrough, Namun Indonesia Gagal Capai Final Tunggal Putra di Swiss Open 2026
Ginting G Near Breakthrough, Namun Indonesia Gagal Capai Final Tunggal Putra di Swiss Open 2026

PSPK – 15 Maret 2026 | Swiss Open 2026 menyajikan drama di babak semifinal tunggal putra yang berujung pada kegagalan total Indonesia untuk menampilkan final berpasangan tunggal putra. Anthony Sinisuka Ginting, yang selama dua tahun terakhir bergulat dengan cedera dan penurunan performa, hampir mencetak gebrakan melawan wakil Jepang, Yushi Tanaka, namun akhirnya terpaksa menelan kekalahan 17-21, 12-21.

Perjalanan Ginting hingga semifinal

Setelah mengakhiri serangkaian penampilan prematur sejak China Open 2024, Ginting berhasil menembus babak 16 besar, kemudian menembus perempat final dan akhirnya mencapai semifinal. Di fase grup, ia menampilkan permainan agresif, memanfaatkan kecepatan raket dan serangan smeshing yang sudah menjadi ciri khasnya. Pada pertandingan pertama semifinal, Ginting memulai dengan menguasai ritme, memimpin 6-3 dan kemudian 11-9 pada set pertama. Menjelang jeda, ia bahkan memperlebar selisih menjadi 17-12, menandakan peluang nyata untuk memecahkan kebuntuan Indonesia di babak ini.

Keputusan akhir: Tanaka berbalik

Namun, Yushi Tanaka menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa. Dalam sembilan poin beruntun, ia menutup set pertama dengan 21-17, memaksa Ginting kembali ke papan skor. Set kedua tidak berjalan lebih baik bagi Ginting; meski sempat unggul 7-4, ia kehilangan momentum dan terpaksa menelan 12-21. Ginting mengakui kesalahan dalam memanfaatkan peluang di set pertama dan mengakui bahwa Tanaka bermain lebih konsisten pada set kedua.

Reaksi dan analisis

Komenter BWF asal Inggris, Ben Beckman, menyoroti kebangkitan Ginting dalam sebuah unggahan Instagram, menyebutkan bahwa kemampuan atlet berusia 29 tahun ini untuk menyelesaikan turnamen tanpa cedera merupakan langkah positif. Beckman menambahkan bahwa gaya permainan Ginting—kecepatan legendaris, serangan kilat, dan tipuan di net—masih menarik penonton meski belum kembali ke puncak.

Pelatih PBSI juga menilai bahwa Ginting telah menunjukkan perbaikan signifikan dalam manajemen cedera bahu yang sempat mengganggu performa sejak Olimpiade Paris 2024. “Kami melihat Ginting kembali ke kebugaran optimal, dan itu penting menjelang Piala Thomas 2024,” ujar pelatih dalam konferensi pers pasca-laga.

Nasib Indonesia di Swiss Open 2026

Dengan terhentinya Ginting, harapan Indonesia untuk menampilkan final tunggal putra bersama sesama rekan negara kini sirna. Satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan di jalur final adalah Alwi Farhan, yang mengalahkan unggulan pertama Li Shi Feng dengan skor 21-10, 21-19. Alwi akan bertarung melawan Yushi Tanaka pada final yang dijadwalkan Minggu (15 Maret) malam.

Di sisi lain, Putri Kusuma Wardani berhasil menembus final tunggal putri setelah mengalahkan Nozomi Okuhara 21-16, 21-13. Ia akan berhadapan dengan Supanida Katethong dari Thailand. Keberhasilan Wardani menambah jumlah wakil Indonesia yang masih bertahan di final Swiss Open menjadi dua.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, juga harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kalah dari Cheng Xing/Zhang Chi (China) dengan skor 21-14, 15-21, 13-21. Kekalahan tersebut menambah beban pada tim Indonesia yang kini hanya mengandalkan tiga pemain untuk mengejar gelar.

Statistik singkat semifinal

  • Anthony Ginting vs Yushi Tanaka: 17-21, 12-21
  • Alwi Farhan vs Li Shi Feng: 21-10, 21-19
  • Putri Kusuma Wardani vs Nozomi Okuhara: 21-16, 21-13
  • Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Cheng Xing/Zhang Chi: 21-14, 15-21, 13-21

Kesimpulan

Swiss Open 2026 menjadi saksi kegigihan Anthony Ginting yang hampir mengukir sejarah, namun pada akhirnya menutup peluang Indonesia untuk memiliki final tunggal putra berpasangan. Alwi Farhan kini memikul harapan terakhir untuk mengangkat trofi tunggal putra, sementara Putri Kusuma Wardani berjuang meraih gelar di final putri. Performanya di masa depan akan sangat bergantung pada konsistensi kebugaran dan kemampuan mental untuk mengatasi tekanan pada panggung dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *