PSPK – 09 Maret 2026 | Genoa berhasil mengejutkan AS Roma dalam laga Serie A yang berlangsung di Stadion Marassi pada Senin, 9 Maret 2026. Dengan skor 2-1, Giallorossi terpaksa mengakui kegagalan menembus empat besar klasemen, sekaligus menambah tekanan pada upaya mereka mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Pelatih asal Italia, Daniele De Rossi, yang dulu menjadi kapten sekaligus legenda Roma, tak menyembunyikan rasa bangganya. Dalam wawancara pasca laga, De Rossi menegaskan bahwa ia tidak akan berpura‑pura merasa bersalah meski harus mengalahkan klub yang begitu dekat dengannya. “Saya bahagia bukan karena Roma kalah, tetapi karena saya menang,” ujarnya, menambahkan bahwa situasi serupa mungkin akan terus berulang selama karier kepelatihannya.
Detail Pertandingan dan Penampilan Pemain
Genoa membuka skor lebih dulu melalui serangan balik cepat, memanfaatkan celah pertahanan Roma yang masih mencari ritme. Roma kembali menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas yang dieksekusi dengan tepat, namun gol penyeimbang tersebut tak cukup untuk menahan tekanan akhir pertandingan. Pada menit ke‑78, Genoa kembali unggul lewat gol kedua yang menambah keunggulan mereka.
De Rossi memuji intensitas dan keberanian skuadnya, menyatakan bahwa kemenangan ini “bernilai tiga poin yang sangat penting dan diraih oleh kelompok pemain yang kuat dan sehat.” Ia juga menyoroti keputusan transfer Januari yang memperkuat kedalaman tim, memungkinkan pelatihannya menyesuaikan taktik sesuai kebutuhan tiap laga.
Dampak pada Klasemen Serie A
Kekalahan tersebut menurunkan AS Roma ke posisi kelima dengan total poin yang sama dengan Como, yaitu 51 poin. Sementara itu, Como yang berada di posisi empat kini semakin dekat mengamankan tiket Liga Champions. Seperti dilaporkan oleh Bola.com, hasil tersebut membuat Como berada di jalur yang tepat, meski persaingan dengan Juventus yang berada di posisi enam masih sangat ketat. Cesc Fabregas, pelatih Como, menegaskan bahwa timnya “belum sampai di sana, tapi berada di jalur yang benar” dan menantikan laga penting melawan Roma pada pekan ke‑29.
Jika Roma berhasil mengumpulkan tiga poin di pertemuan berikutnya, mereka berpeluang mengejar kembali posisi empat. Namun, tekanan semakin besar mengingat Juventus hanya selisih satu poin dari posisi empat, menambah drama persaingan akhir musim.
Reaksi Penggemar dan Analisis Media
- Para suporter Roma mengekspresikan kekecewaan lewat media sosial, menyoroti kurangnya konsistensi tim dalam menahan serangan lawan.
- Pengamat Italia menilai bahwa taktik De Rossi di Genoa berhasil mengeksekusi pressing tinggi, sementara Roma tampak lambat dalam transisi menyerang.
- Media internasional, termasuk MSN, menyebutkan bahwa kegagalan Roma di Genoa menambah keraguan tentang kemampuan mereka menembus zona Liga Champions, mengingat kompetisi Serie A yang semakin kompetitif.
Prospek Kedepan
Roma kini harus menata kembali strategi mereka menjelang pertandingan melawan Como. De Rossi, yang kini melatih Genoa, menyampaikan harapannya bahwa suatu hari Roma dapat memenangkan 38 pertandingan dalam satu musim, sebuah target yang menjadi impian banyak pendukung.
Sementara itu, Como bertekad memanfaatkan momentum kemenangan mereka. Fabregas menambahkan, “Kami berada di jalur yang tepat, tetapi masih banyak pertandingan yang harus dimainkan,” sambil menantikan konfrontasi langsung dengan Roma yang dapat menentukan siapa yang akan mengisi slot keempat Liga Champions.
Dengan sisa beberapa pekan kompetisi, persaingan antara Roma, Como, dan Juventus diprediksi akan menjadi sorotan utama Serie A. Semua mata akan tertuju pada kemampuan masing‑masing tim dalam mengelola tekanan, memanfaatkan kedalaman skuad, serta mengeksekusi taktik yang tepat untuk mencapai tujuan akhir musim.












