PSPK – 05 Maret 2026 | All England Open 2026 di Utilita Arena Birmingham menjadi panggung aksi gemilang sekaligus pahit bagi perwakilan Indonesia. Dari 10 wakil yang melaju ke babak 16 besar, dua pasangan berhasil menembus perempat final, sementara bintang tunggal putra, Jonatan Christie, harus berpisah lebih awal.
Derby Indonesia di ganda campuran: Amri Syahnawi & Nita Violina Marwah
Pasangan muda Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah mengukir kemenangan dramatis atas rekan sejawat mereka, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dengan skor 22‑20, 21‑18. Kedua pemain menekankan pentingnya konsentrasi pada poin‑poin akhir. “Kami lebih siap di poin‑poin akhir, dapat memanfaatkan situasi dan mengendalikan tempo,” ujar Amri setelah pertandingan.
Nita menambahkan, “Saya berusaha lebih enjoy di lapangan, sambil tetap fokus. Itu membantu saya menaklukkan setiap poin.” Kemenangan ini menjadikan mereka wakil Indonesia kedua yang melaju ke perempat final, menyusul Putri Kusuma Wardani yang menaklukkan Kim Ga‑Eun (Korea) dengan 25‑23, 21‑15.
Jonatan Christie tersingkir di 16 besar
Juara All England 2024, Jonatan Christie, tidak dapat melanjutkan perjuangan setelah kalah dari Lin Chun‑Yi (Chinese Taipei) dengan 19‑21, 12‑21. Pertandingan berlangsung sengit pada game pertama, namun Lin berhasil menguasai momentum setelah jeda, memanfaatkan variasi pukulan cepat lawan.
Christie mengakui, “Ada miss dalam strategi, dan saya harus evaluasi lagi.” Meskipun sempat menyeimbangkan skor 6‑9 menjadi 11‑9, ia tidak mampu menahan tekanan lawan di fase kritis.
Lakshya Sen menembus perempat final
Dari India, Lakshya Sen mengatasi Angus Ng Ka Long (Hong Kong) dalam tiga game yang menegangkan: 21‑19, 21‑23, 21‑10. Sen memanfaatkan serangan cross‑court yang kuat pada game ketiga, mengamankan tempatnya di perempat final, menambah deretan pemain Asia yang masih bertahan.
Jadwal penting babak 16 besar
Selain duel domestik antara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Amri/Nita melawan Jafar/Felisha, Indonesia juga menghadapi lawan tangguh di sektor tunggal: Alwi Farhan melawan Chou Tien‑Chen (Taiwan) serta Putri Kusuma Wardani melawan Kim Ga‑Eun.
- Jam 17.00 WIB – Jonatan Christie vs Lin Chun‑Yi
- Jam 17.30 WIB – Putri Kusuma Wardani vs Kim Ga‑Eun
- Jam 18.00 WIB – Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
- Jam 18.30 WIB – Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
Analisis performa Indonesia
Keberhasilan Amri/Nita dan Putri Wardani menunjukkan kedalaman talenta muda Indonesia, terutama dalam mengelola tekanan pada poin‑poin krusial. Di sisi lain, kegagalan Christie menggarisbawahi pentingnya kontinuitas kompetisi; ia baru kembali setelah jeda panjang sejak India Open Januari lalu.
Para analis menilai bahwa persiapan mental dan taktik akhir pertandingan menjadi faktor penentu, terutama pada laga derby domestik yang biasanya penuh tekanan emosional.
Prospek ke babak selanjutnya
Amri/Nita kini bersiap menghadapi lawan potensial di perempat final, dengan target mengangkat medali bagi Indonesia. Putri Wardani, dengan kemenangan solid, berharap dapat melanjutkan performa impresifnya. Sementara Lakshya Sen, meski bukan wakil Indonesia, menambah persaingan ketat di babak perempat final.
Turnamen All England 2026 masih jauh dari selesai, dan sorotan kini beralih kepada pertandingan-pertandingan krusial yang akan menentukan siapa yang akan menorehkan sejarah di turnamen legendaris ini.












