PSPK – 24 Maret 2026 | Platform statistik sepak bola Fotmob kembali menjadi sorotan utama setelah beberapa pertandingan penting di Eropa memunculkan data yang menguak kisah di balik hasil akhir. Dari kegagalan Inter Milan di Piala Super Italia 2024, penampilan gemilang Ryan Naderi bersama Rangers, hingga perdebatan di kalangan suporter Sunderland dan analisis performa Chelsea, semua terukir dalam angka-angka yang memicu perbincangan hangat.
Inter Milan Tersungkur di Derby della Madonnina
Pertandingan final Piala Super Italia 2024 yang digelar di Al Awwal Park Stadium pada 7 Januari 2025 menyajikan drama klasik antara dua rival kota Milan. Inter Milan sempat unggul 2-0 berkat gol cepat Lautaro Martínez dan Mehdi Taremi. Namun, AC Milan melakukan comeback spektakuler dengan tiga gol dari Theo Hernandez, Christian Pulisic, dan Tammy Abraham, mengakhiri laga dengan skor 3-2 untuk sang tamu.
Statistik Fotmob mengungkap bahwa Inter menguasai penguasaan bola sebesar 56% dan mencatat 18 tembakan, sementara Milan hanya menghasilkan 15 tembakan. Namun, kualitas eksekusi Inter kurang memadai, terutama pada lini pertahanan. Empat pemain Inter mendapat sorotan negatif:
- Yann Bisseck – rating 5,6, tercatat hanya satu tekel, dua duel udara, dan kalah duel penting melawan Rafael Leão yang membuka jalan bagi gol Abraham.
- Piotr Zielinski – rating 6,0, masuk pada menit ke-65, namun hanya mencatat 85% akurasi passing, 18 sentuhan, dan tidak memenangkan satu duel pun.
- Carlos Augusto – meski tidak disebutkan rating spesifik, performanya dianggap kurang menonjol di lini tengah.
- Henrikh Mkhitaryan – digantikan oleh Zielinski, kehadirannya terasa hilang dalam pengaturan serangan.
Penurunan intensitas Inter setelah gol Hernandez menjadi faktor kunci yang memicu kebobolan. Fotmob menilai kurangnya tekanan defensif sebagai penyebab utama kekalahan.
Ryan Naderi: Penyerang Baru yang Menyulap Statistik Menjadi Pengaruh
Di Liga Utara, Rangers menegaskan posisi mereka di papan atas Scottish Premiership berkat kontribusi Ryan Naderi. Pada pertandingan melawan Aberdeen (4-1), Naderi mencatat satu assist, satu tembakan, satu peluang tercipta, tiga sentuhan di dalam kotak lawan, serta dua recoveries. Fotmob mencatat bahwa statistik tersebut menambah dimensi baru pada serangan Rangers, sekaligus menimbulkan masalah bagi pertahanan Aberdeen.
Meski belum mencetak gol, performa Naderi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang signifikan sejak debutnya pada jendela transfer musim dingin. Setelah penampilan impresif melawan St Mirren, ia tetap dipilih menjadi starter melawan Aberdeen dan berhasil membantu tim melaju ke posisi kedua, hanya tiga poin dari pemimpin Heart of Midlothian.
Sunderland Fans Gigit Pahit Atas Pujiannya Don Hutchinson
Di Premier League, mantan pemain Sunderland Don Hutchinson memicu kegelisahan suporter setianya setelah memuji gelandang kiri Newcastle United, Lewis Hall, sebagai “pemain bek kiri terbaik di Inggris”. Pernyataan tersebut disampaikan pada BBC Radio 5 Live menjelang Tyne‑Wear derby, di mana Sunderland berhasil mengalahkan Newcastle 2-1, menyelesaikan double derby dan melampaui rivalnya dalam klasemen.
Reaksi keras muncul di media sosial, mengingat rivalitas historis antara kedua klub. Meskipun Newcastle tampil impresif secara kolektif, Sunderland menunjukkan dominasi di babak kedua, mengamankan tiga poin penting. Namun, pujian Hutchinson dianggap sebagai pengkhianatan oleh para pendukung, menambah ketegangan dalam persaingan derby.
Chelsea: Romeo Lavia Menjadi Bintang Tertinggi Fotmob di Laga Melawan Everton
Pertandingan Premier League antara Chelsea dan Everton berakhir dengan kekalahan Chelsea. Fotmob menilai performa Romeo Lavia sebagai yang tertinggi dengan rating positif. Lavia, yang kembali menjadi starter pertama sejak Oktober, mencatat tiga duel tanah, dua tekel, lima recoveries, satu intersepsi, dua umpan panjang berhasil, dan 48 operan selama 57 menit.
Namun, meski statistik individu menunjukkan kontribusi, analis klub menilai Lavia belum cukup kuat untuk menjadi starter tetap. Kekurangan fisik di lini tengah, terutama dalam melawan serangan Everton, tetap menjadi catatan kritis. Di sisi lain, Robert Sánchez menjadi pemain dengan rating terendah setelah beberapa kesalahan krusial.
Chris Sutton Kritik Kelembutan Kelechi Iheanacho: Dampak Fotmob Menunjukkan Penurunan Performanya
Di Liga Skotlandia, Celtic mengalami kegagalan melawan Dundee United, memicu komentar tajam mantan pemain Inggris, Chris Sutton. Sutton menilai Kelechi Iheanacho “downright lazy” dalam penampilan yang dianggapnya jauh dari standar. Fotmob memberikan rating rendah pada striker Nigeria tersebut, mencerminkan kurangnya kontribusi dalam serangan tim.
Sutton menyinggung saran James McFadden yang menyarankan Iheanacho untuk tidak terlalu berlari, namun menurutnya saran tersebut justru menandakan kekacauan taktik di Celtic. Jika performa berlanjut, kontrak pemain dapat dipertanyakan pada akhir musim.
Keseluruhan data Fotmob menegaskan peran penting statistik dalam menilai kualitas pemain dan memengaruhi persepsi publik serta keputusan manajerial. Dari kegagalan Inter hingga bintang baru Rangers, serta kontroversi di Premier League dan Liga Skotlandia, angka-angka tersebut menjadi cermin yang tak dapat diabaikan dalam dunia sepak bola modern.
Dengan semakin canggihnya platform data, para pelatih, analis, dan suporter kini memiliki alat yang lebih akurat untuk menilai performa, menyesuaikan taktik, dan bahkan memengaruhi keputusan transfer. Fotmob, melalui rating dan statistik detail, terus memperkuat posisinya sebagai referensi utama dalam diskusi sepak bola global.












