PSPK – 05 Maret 2026 | Novel mega best‑seller karya Brian Khrisna, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, resmi diangkat menjadi film layar lebar. Proyek adaptasi ini dikerjakan bersama oleh dua rumah produksi ternama, Sinergi Pictures dan Ben Film, dan dijadwalkan memulai proses syuting pada April 2026. Dengan reputasi novel yang telah menembus cetakan ke‑100 dan terjemahan ke bahasa Jepang, harapan publik terhadap versi sinematiknya sangat tinggi.
Film ini akan disutradarai oleh Kuntz Agus, sutradara yang sebelumnya dikenal lewat Dear Nathan: Thank You Salma dan Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah. Skrip film dipercayakan kepada Alim Sudio, penulis naskah Miracle in Cell No. 7, bersama Kang Mak, penulis Pee Mak. Nia Dinata, yang pernah menggarap Arisan! dan Berbagi Suami, berperan sebagai konsultan skenario, memastikan adaptasi tetap setia pada esensi novel.
Produksi dan Tim Kreatif
- Rumah Produksi: Sinergi Pictures (dipimpin oleh produser Philip Lesmana) dan Ben Film (dipimpin oleh Ardina Atles).
- Sutradara: Kuntz Agus.
- Penulis Skenario: Alim Sudio dan Kang Mak.
- Konsultan Skenario: Nia Dinata.
- Produser: Philip Lesmana (Sinergi Pictures) & Ardina Atles (Ben Film).
Philip Lesmana menjelaskan, “Selain karena banyak dibaca, alasan kami mengadaptasi novel ini ke film adalah karena ceritanya sangat bagus, dekat dengan banyak orang dan tentunya inspiratif.” Pernyataan ini sejalan dengan visi Sinergi Pictures yang selalu menghadirkan cerita‑cerita kuat dan menangkap realitas sosial di sekitar kita.
Sinopsis dan Daya Tarik Cerita
Film ini berpusat pada Ale, seorang pria yang berada di titik terendah dalam hidupnya dan berencana mengakhiri hidupnya. Dalam 24 jam terakhir sebelum keputusan tersebut, Ale ingin menyantap mie ayam. Namun, warung yang ia tuju tiba‑tiba tutup, memaksa ia menunda rencana itu. Penundaan tersebut menjadi pemicu serangkaian pertemuan tak terduga yang mengubah cara pandangnya tentang hidup, mengajarkan bahwa harapan bisa muncul dari hal‑hal sederhana.
Kesederhanaan plot ini menjadi kekuatan utama, karena mengangkat tema eksistensial yang mudah dipahami namun menyentuh. Novel ini telah menggerakkan ratusan ribu pembaca di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu IP buku lokal dengan capaian komersial terkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Status Produksi dan Jadwal Syuting
Saat ini, proyek masih berada dalam tahap praproduksi. Tim produksi telah menyelesaikan proses casting di beberapa kota, namun nama pemeran karakter Ale belum diumumkan secara resmi. Menurut Ardina Atles, pemilihan aktor dan aktris dipikirkan secara matang untuk memenuhi ekspektasi pembaca sekaligus menarik penonton baru.
Syuting dijadwalkan dimulai pada bulan April 2026, dengan lokasi yang masih dirahasiakan. Tim teknis tengah menyiapkan peralatan dan set yang akan menampilkan atmosfer kota kecil Indonesia, tempat Ale menjalani perjalanannya. Diharapkan film ini akan dirilis pada akhir 2026, memberikan penonton kesempatan menyaksikan transformasi emosional Ale secara langsung di bioskop.
Adaptasi ini juga diharapkan membuka peluang pasar internasional, mengingat novel sudah tersedia dalam bahasa Jepang. Dengan dukungan dua rumah produksi besar, kualitas produksi yang tinggi, serta tim kreatif berpengalaman, film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati diprediksi akan menjadi salah satu rilis paling ditunggu tahun ini.
Para penggemar novel dan penikmat film drama kini menantikan pengumuman lebih lanjut tentang casting utama serta tanggal rilis resmi. Jika ekspektasi terpenuhi, film ini tidak hanya akan memperkuat posisi sinema Indonesia di pasar domestik, tetapi juga meningkatkan visibilitas karya sastra lokal di kancah internasional.












