Project Seru Penuh Kejutan

Emil Audero Bersinar di Serie A: Dari Peringkat Kedua Penjaga Gawang hingga Rapor Merah di Laga Lecce

March 9, 2026 • 0 Views
Emil Audero Bersinar di Serie A: Dari Peringkat Kedua Penjaga Gawang hingga Rapor Merah di Laga Lecce
Emil Audero Bersinar di Serie A: Dari Peringkat Kedua Penjaga Gawang hingga Rapor Merah di Laga Lecce

PSPK – 09 Maret 2026 | Emil Audero, kiper asal Indonesia yang sedang dipinjam Cremonese dari Como untuk musim 2025/26, kembali menjadi sorotan media sepakbola Italia setelah mencatatkan dua sisi performa yang kontras dalam pekan ke-28 Serie A. Di satu sisi, ia menempati posisi kedua dalam daftar kiper dengan rating tertinggi menurut SofaScore, sementara di sisi lain ia mendapat rapor merah setelah kegagalan menahan serangan Lecce.

Kinerja Gemilang di Tengah Kelas Bawah

Menurut data SofaScore yang dirilis pada 8 Maret 2026, Audero mencatat rata‑rata rating 7,26 per pertandingan dalam 24 penampilan Liga Italia. Angka ini hanya tertinggal dari Marco Carnesecchi (Atalanta) dengan 7,40, dan lebih tinggi daripada kiper-kiper ternama seperti Mike Maignan (AC Milan) dan Jean Butez (Como) yang masing‑masing memperoleh 7,25.

Statistik lengkap Audero musim ini antara lain:

  • 8 clean sheet
  • 4,26 penyelamatan per laga
  • Persentase keberhasilan penyelamatan 77%
  • Persentase penyelamatan penalti 33%
  • Rata‑rata kebobolan 1,29 gol per pertandingan

Dengan 24 poin, Cremonese menempati peringkat ke‑17, hanya selisih gol dari Lecce yang berada di zona degradasi. Meskipun berada di papan bawah, kontribusi Audero di bawah mistar menjadi faktor penting yang menjaga harapan klub tetap hidup.

Laporan Buruk di Laga Lecce vs Cremonese

Pekan ke‑28 berakhir dengan kekalahan 2‑1 Cremonese di kandang Lecce. Gol pertama tim tamu tercipta lewat tendangan kepala Santiago Pierotti pada menit ke‑22, diikuti Nikola Stulic yang mencetak penalti pada menit ke‑38 setelah VAR memutuskan handball Matteo Bianchetti. Audero gagal menghentikan tendangan pertama dan kemudian kalah dari penalti kedua, mencatat rating terendahnya pada musim ini.

Federico Bonazzoli berhasil memperkecil ketertinggalan Cremonese pada menit ke‑47, namun selisih dua gol tetap tak dapat diatasi. Dengan hasil ini, Cremonese terpaksa tetap berada di posisi 18 dengan 24 poin, sementara Lecce naik ke peringkat 16 dengan 27 poin.

Momentum dan Tantangan Kedepan

Media CNN Indonesia menyoroti bahwa Audero berusaha memutus tren buruk timnya yang dalam 13 laga terakhir mencatat 9 kekalahan dan 4 imbang, serta kebobolan 21 gol. Meskipun tim defensif berada dalam kondisi sulit, Audero tercatat sebagai kiper dengan penyelamatan terbanyak di Serie A (100 penyelamatan), mengungguli Arijanet Muric (98) dan Elia Caprile (95).

Namun, dalam hal clean sheet, Audero berada di peringkat kesembilan dengan 7 kali, jauh di belakang Yann Sommer (Inter) yang memimpin dengan 14 clean sheet.

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, menegaskan pentingnya mencetak gol lebih awal untuk mengurangi beban pada lini pertahanan. “Kami harus menekan sejak menit pertama, memberi kesempatan bagi Audero untuk fokus pada tugasnya di bawah mistar,” ujar Nicola dalam konferensi pers pasca‑laga.

Prospek Musim Depan

Jika Cremonese berhasil mengamankan poin tambahan pada laga berikutnya melawan Fiorentina, peluang bertahan di Serie A akan semakin nyata. Bagi Audero, konsistensi performa tinggi di atas rata‑rata liga tetap menjadi nilai jual utama, baik untuk memperpanjang pinjaman dari Como maupun menarik minat klub-klub Eropa lain.

Secara keseluruhan, musim 2025/26 menunjukkan dualitas yang menarik: Audero mampu menorehkan rating kiper kedua terbaik di Serie A, namun juga tidak kebal terhadap tekanan pada laga penting. Bagaimana ia dan Cremonese menutup kompetisi ini akan menjadi kisah yang menarik untuk diikuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *