PSPK – 09 Maret 2026 | John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia yang ditunjuk pada Januari 2026, resmi mengumumkan skuad sementara untuk FIFA Series 2026 pada Senin, 9 Maret 2026. Pengumuman tersebut menandai pemanggilan pertama sejak kedatangannya dan melibatkan total 41 pemain, termasuk dua nama yang menjadi sorotan utama: bek naturalisasi Elkan Baggott dan gelandang muda Ezra Walian.
Daftar Pemain Terbaru
Berikut rangkuman posisi dan nama pemain yang masuk dalam daftar 41 orang. Data diambil dari pengumuman resmi PSSI dan laporan media terkemuka.
- Kiper (5): Emil Audero (Cremonese), Maarten Paes (Ajax), Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta), Ernando Ari (Persebaya Surabaya).
- Bek (12): Jay Idzes, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe‑A‑On, Dony Tri Pamungkas, Rizky Ridho, Sandy Walsh, Fajar Fathur Rahman, Muhammad Ferrarri, Yance Sayuri.
- Gelandang (14): Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Jordi Amat, Marc Klok, Ricky Kambuaya, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Tim Geypens, Arkhan Fikri, Ezra Walian, Victor Dethan, Iwan Sutrisno.
- Penyerang (10): Ole Romeny, Ethan Miller, Ryan Pereira, Dimas Satria, Azhar Rizky, Andre Sukma, Iwan Juni, Rudi Hartono, Dany Setiawan, Budi Santoso.
Pemain Kunci yang Kembali Dipanggil
Elkan Baggott (Ipswich Town) kembali masuk skuad setelah absen sejak Piala Asia 2023. Baggott, yang memiliki status naturalisasi sejak 2021, sebelumnya mengukir penampilan penting pada turnamen tersebut. Kini, ia diharapkan menambah kedalaman lini belakang dengan kemampuan duel udara dan distribusi bola yang baik.
Ezra Walian, bek sayap Persik Kediri, juga kembali dipanggil setelah tidak tampil bersama Timnas sejak AFF 2021. Musim 2025‑2026, Walian mencatat enam gol dan sembilan assist dalam 22 pertandingan Liga Super, menjadikannya kandidat kuat untuk mengisi posisi wing‑back yang membutuhkan kecepatan serta keahlian dalam situasi bola mati.
Kekhawatiran di Lini Tengah
Salah satu isu paling menonjol menjelang FIFA Series adalah ketiadaan Thom Haye. Gelandang berpengalaman asal Belanda ini absen karena aksi protes keras terhadap wasit pada kualifikasi Piala Dunia 2026. Ketiadaan Haye memicu perdebatan tentang pengganti yang tepat. Mantan striker Peri Sandria mengusulkan Nathan Tjoe‑A‑On sebagai pengganti utama, mengingat performanya yang impresif bersama Willem II di Eredivisie Belanda.
Selain Nathan, Ivar Jenner dan Joey Pelupessy juga disebut sebagai opsi alternatif. Kedua pemain memiliki pengalaman internasional dan kemampuan mengatur ritme permainan, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung striker seperti Ole Romeny.
Analisis Finansial & Dampak
Di balik nama‑nama yang dipanggil, ada dinamika finansial yang jarang dibahas publik. Salah satu pemain yang tidak masuk daftar, kiper muda Teja Paku Alam (Persib Bandung), mencatatkan clean‑sheet terbanyak di Liga Super 2025‑2026 dengan nilai pasar sekitar Rp15,64 miliar. Keputusan tidak memasukkannya ke skuad menimbulkan spekulasi bahwa faktor anggaran dan prioritas klub menjadi pertimbangan utama.
Menurut analis dari Kompas.com, keputusan tersebut dapat mengurangi beban gaji tim nasional pada fase persiapan intensif, mengingat total anggaran tim diperkirakan mencapai Rp250 miliar untuk seluruh kompetisi FIFA Series, termasuk logistik, transportasi, dan fasilitas medis.
Jadwal & Tantangan di FIFA Series 2026
Timnas Indonesia dijadwalkan membuka laga melawan Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pada pertandingan kedua, Garuda akan menghadapi pemenang atau pecundang antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon pada 30 Maret 2026. Sebagai tuan rumah, harapan publik tinggi agar Indonesia dapat menembus final dan mengukir sejarah baru di kompetisi internasional ini.
Dengan skuad yang menggabungkan pemain berpengalaman, naturalisasi, serta talenta muda, John Herdman tampak optimis. Namun, tantangan tak hanya ada di lapangan; kemampuan mengelola dinamika internal, menyesuaikan taktik dengan pemain yang baru dipanggil, serta mengoptimalkan sumber daya keuangan menjadi faktor penentu keberhasilan Tim Garuda.
Jika semua elemen berjalan selaras, Indonesia berpotensi mencatatkan hasil positif dan meningkatkan profil sepak bola tanah air di mata dunia.












