PSPK – 05 Maret 2026 | Vélodrome, 4 Maret 2026 – Pada laga empat besar Coupe de France, Olympique de Marseille (OM) harus menelan kepahitannya setelah kalah dalam adu tendang penalti melawan Toulouse Football Club (TFC). Pertandingan yang berlangsung di kandang OM berakhir dengan skor 2-2 setelah perpanjangan waktu, sebelum TFC menjuarai dengan kemenangan 4-3 dalam serangkaian tendangan penalti yang menegangkan.
Babak Pertama: Penalty Awal Greenwood Membuka Kelebihan
Garis awal pertandingan langsung memanas ketika Mason Greenwood, pemain pinjaman dari Arsenal, mengeksekusi penalti pada menit ke-2. Gol cepat ini memberikan OM keunggulan 1-0, memicu sorakan ribuan pendukung di tribun Vélodrome.
Toulouse Membalas Lewat Corner Gboho
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Pada menit ke-13, TFC memanfaatkan corner yang diatur oleh Gerónimo Rulli. Bola melayang ke area kotak penalti, terelakkan oleh Rulli, lalu diarahkan oleh Himad Abdelli ke Yann Gboho yang berada di posisi tepat. Gboho menanduk bola ke sudut jauh gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Babak Kedua: Paixão dan Cresswell Memperpanjang Ketegangan
Setelah jeda istirahat, OM kembali unggul pada menit ke-56 melalui Igor Paixão. Penyerang Brasil itu menerima umpan lebar dari Geoffrey Kondogbia, melesat ke sisi kiri, dan melepaskan tembakan melengkung yang menaklukkan Rulli. Empat menit kemudian, TFC membalas lagi lewat Charlie Cresswell. Dari sebuah corner, Cresswell melompat tinggi dan menanduk bola melewati Rulli, menyamakan kembali menjadi 2-2.
Waktu Tambahan dan Menuju Adu Penalti
Usai 90 menit reguler, skor masih imbang. Waktu tambahan empat menit tidak menghasilkan gol tambahan, sehingga pertandingan melaju ke adu penalti yang berlangsung di depan ribuan suporter yang berdebar.
Adu Penalti: Kesalahan Balerdi dan Nwaneri Menentukan
- Leonardo Balerdi (OM) gagal mengeksekusi tendangan pertamanya, memicu tekanan pada rekan-rekannya.
- Cristian Casseres Jr. (Toulouse) juga meleset, memberi peluang bagi OM untuk kembali.
- Ethan Nwaneri (18 tahun, OM) menahan tekanan namun gagal mengeksekusi tendangan terakhirnya, menutup skor 4-3 untuk Toulouse.
Dengan gol penalti terakhir yang gagal, Nwaneri meneteskan air mata di lapangan, menandai momen tragis bagi para pendukung OM yang sudah menaruh harapan tinggi pada timnya.
Kerusuhan di Tribun: Benda Peledak dan Bentrokan dengan Keamanan
Sesaat setelah peluit akhir, suasana berubah menjadi kacau. Beberapa suporter OM melemparkan flare ke arah pemain, termasuk Mason Greenwood, yang sedang berjalan menuju terowongan. Flare tersebut meluncur hingga mencapai area semi‑lingkaran lapangan. Petugas keamanan bergegas mengamankan area, namun bentrokan kecil terjadi antara stewards dan suporter yang terlibat. Insiden ini menambah catatan kelam pada pertandingan yang sudah penuh drama.
Reaksi Pelatih dan Analisis Teknis
Pelatih OM, Habib Beye, mengakui bahwa timnya menunjukkan komitmen tinggi, namun tak mampu menahan tekanan pada momen krusial. “Kami harus belajar dari kegagalan ini, terutama dalam mengelola situasi set‑piece dan menjaga konsentrasi pada adu penalti,” ujarnya pasca pertandingan.
Sementara itu, pelatih TFC, Alain Casanova, memuji mental juara timnya. “Kami bermain dengan disiplin, memanfaatkan setiap peluang, dan mengeksekusi penalti dengan tenang. Ini adalah kemenangan yang layak,” katanya.
Kemenangan ini membawa Toulouse ke semifinal Coupe de France, bergabung dengan Strasbourg dan Nice, menanti konfrontasi antara Lyon dan Lens untuk menentukan lawan selanjutnya.
Dengan hasil ini, OM kini harus mengalihkan fokus ke kompetisi liga dan persiapan musim depan, sementara para pendukungnya berharap tim kesayangan dapat bangkit kembali dari kegagalan yang menyakitkan.












