PSPK – 06 Maret 2026 | Manajemen Semen Padang FC resmi mengakhiri kontrak dengan pelatih asal Serbia, Dejan Antonic, usai tim gagal mengamankan kemenangan dalam laga pekan ke-24 BRI Super League melawan PSIM Yogyakarta pada 4 Maret 2026. Pertandingan yang berakhir imbang 0-0 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, menjadi titik akhir masa jabatan Antonic yang dimulai pada Oktober 2025.
Keputusan pemecatan diumumkan lewat akun resmi klub @semenpadangfcid pada pagi hari 5 Maret 2026. Dalam pernyataan singkat, manajemen menyebut, “Kebersamaan tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan dan diskusi antara komisaris dan penasihat tim.”
Statistik singkat Dejan Antonic di Semen Padang
- Jumlah pertandingan: 16
- Kemenangan: 3
- Imbang: 4
- Kekalahan: 9
- Gol yang dicetak: 14
- Gol kebobolan: 29
- Poin total yang diperoleh: 13
Statistik tersebut menempatkan Semen Padang pada posisi 17‑18 klasemen sementara, dengan hanya 17 poin dari 24 laga, terancam terperosok ke zona degradasi. Pada saat pemecatan, tim masih berada satu angka di atas Persis Solo yang memimpin zona terendah.
Pengganti Antonic ditunjuk segera, yakni Imran Nahumarury, mantan gelandang Timnas Indonesia yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih PSIS Semarang (2015) dan sukses mengangkat Malut United ke kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim 2023/2024. Pengumuman pengangkatan Imran disampaikan lewat akun resmi @semenpadangfcid menjelang buka puasa pada 4 Maret 2026, menambahkan, “Welcome coach Imran Nahumarury at SPFC.”
Karier Imran sebagai pemain mencakup klub-klub seperti PSB Bogor, Persikota Tangerang, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persita Tangerang, Persikabo Bogor, dan PSSB Bireuen. Meskipun pernah terlibat kontroversi di Malut United bersama Yeyen Tumena, klub menyatakan kepercayaan penuh kepada Imran untuk memimpin tim dalam pertandingan pekan ke‑25 melawan PSBS Biak pada 9 Maret 2026.
Berita lain menyoroti latar belakang pemecatan Antonic. Sebelumnya, Semen Padang menggantikan pelatih Portugal, Eduardo Almeida, pada pertengahan musim 2025 setelah kegagalan performa. Antonic diharapkan dapat mengubah nasib tim, namun hasil yang didapatkan tidak memenuhi ekspektasi. Bahkan dalam pertandingan melawan PSIM, meski tim bermain dengan keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah Fahreza Sudin, Semen Padang gagal memanfaatkan peluang.
Selain masalah teknis, manajemen juga menyinggung isu internal. Andre Rosiade, penasihat tim sekaligus anggota DPR‑RI asal Sumatera Barat, menekankan bahwa keputusan pemecatan merupakan langkah preventif untuk menghentikan penurunan performa tim. “Hasil yang sangat mengecewakan pada pertandingan hari ini, menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen,” ujarnya.
Sementara itu, komentar dari pihak lain menambah warna cerita. Asghar Saleh, wakil manajer Malut United, mengingatkan bahwa Imran dan Yeyen pernah terlibat praktik tidak pantas di klub sebelumnya, termasuk tuduhan pemerasan uang dari pemain. Namun, Semen Padang tampaknya mengabaikan kontroversi tersebut demi kebutuhan taktis.
Dengan posisi terdesak, Semen Padang berharap Imran Nahumarury dapat memperbaiki hasil di sisa musim 2025/2026. Target utama adalah menghindari zona degradasi dan mengamankan poin penting dalam beberapa laga mendatang.
Kesimpulannya, pemecatan Dejan Antonic menandai akhir babak yang kurang memuaskan bagi Semen Padang. Pengangkatan Imran Nahumarury, meski mengundang perdebatan, memberikan harapan baru bagi klub yang kini berjuang di zona bawah klasemen. Waktu akan menentukan apakah strategi perubahan ini mampu mengubah nasib Kabau Sirah di BRI Super League.












