PSPK – 09 Maret 2026 | Jakarta, 8 Maret 2026 – Dunia hiburan Indonesia dilanda duka mendalam setelah penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (7/3/2026) akibat kanker ginjal stadium tiga. Sejak malam itu, rumah duka di kawasan Jalan Kecapi, Jakarta Selatan, dipenuhi oleh deretan selebritas, tokoh nasional, serta sahabat-sahabat dekat almarhum yang datang memberi penghormatan terakhir. Suasana haru terus berlanjut hingga prosesi pemakaman di TPU Tanah Kusir pada Minggu pagi, meski disambut hujan deras.
Pelayat di Rumah Duka: Kehadiran Tokoh dan Musisi
Sejak petang hari, sejumlah nama besar dunia hiburan dan bisnis melangkah masuk ke rumah duka. Di antaranya, pengusaha Ardi Bakrie bersama sang istri Nia Ramadhani menampakkan dukungan mereka secara pribadi. Tak lama kemudian, komedian sekaligus presenter terkenal, Sule, tiba dengan senyum simpul namun mata berkaca-kaca, mengingatkan pada kebersamaan mereka di panggung hiburan.
Rekan-rekan Vidi di industri musik turut hadir, menegaskan betapa almarhum menjadi sosok yang dihormati. Penyanyi Widi Mulia, vokalis grup Kotak Tantri Syalindri, serta bassis Kotak Swasti Sabdastantri (yang lebih dikenal sebagai Chua) memberikan sambutan singkat namun penuh emosi. Kehadiran mereka menambah nuansa persaudaraan yang kuat di antara para musisi.
Ucapan Duka di Media Sosial
Gelombang duka tak hanya terasa di lokasi fisik, melainkan juga mengalir deras di dunia maya. Presenter sekaligus kreator konten Deddy Corbuzier mengunggah ilustrasi hati retak berlatarkan hitam di akun Instagram pribadinya, disertai pesan emosional: “My heart is broken. Badly broken. You gone too soon… Beautiful soul… Vidi Aldiano,” serta penyesalan pribadi, “I hate myself for not knowing you longer than I should.” Unggahan tersebut segera dibanjiri ribuan komentar berisi belasungkawa.
Selain Deddy, banyak akun media sosial lain, termasuk fan club Vidi, mengirimkan tribute berupa foto kenangan, video tribute, dan tulisan kenangan. Beberapa warganet juga menyebutkan betapa Vidi telah menginspirasi generasi muda dengan lagu-lagu romantisnya seperti “Nuansa Bening” dan “Status Palsu”.
Prosesi Pemakaman di TPU Tanah Kusir: Biru, Hujan, dan Air Mata
Prosesi pemakaman dimulai pukul 08.00 WIB di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, tepat di blok AA1 Blad 174. Meskipun cuaca mendung dan hujan deras, ratusan pelayat tetap hadir dengan payung dan jas hujan, menandakan kedalaman rasa hormat mereka. Istri Vidi, Sheila Dara Aisha, tampak mengenakan busana berwarna biru – simbol kesetiaan dan penghormatan – yang kemudian diikuti oleh sejumlah sahabat dekat, termasuk Afgan, Anya Geraldine, Bunga Citra Lestari, Raisa, Keanu, Tara Basro, Fadil Jaidi, dan Nino RAN. Warna biru ini dipilih secara serempak sebagai tanda kebersamaan dalam mengenang almarhum.
Di tengah hujan, suara isak tangis terdengar mengalun, sementara para pelayat saling memeluk, memberikan dukungan moral. Vadi Akbar, adik Vidi, berbicara singkat di depan kerumunan: “Semoga teman-teman semua di sini, keluarga di sini, bisa ikut mendoakan Vidi hari ini dan seterusnya agar Vidi bisa diterima di sisi-Nya.” Kata-kata itu mengiringi proses penutupan liang lahat, menandakan akhir perjalanan singkat namun bermakna sang penyanyi.
Reaksi Keluarga dan Tokoh Publik
Setelah melayat, Dewi Gita, sahabat dekat keluarga, menyampaikan bahwa keluarga Vidi tetap tegar dan ikhlas menerima takdir. “Alhamdulillah, keluarga terlihat kuat dan bersatu,” ungkapnya. Sementara itu, Armand Maulana menyoroti sikap Sheila Dara yang luar biasa dalam mendampingi suaminya selama masa sakit. Bintang film Sore, Istri Dari Masa Depan, menambahkan bahwa kehadiran istri Vidi dalam prosesi memberikan contoh kekuatan emosional yang menginspirasi banyak orang.
Beberapa tokoh nasional, seperti pejabat daerah dan tokoh seni, juga menyampaikan belasungkawa secara resmi, menegaskan bahwa Vidi tidak hanya dikenal sebagai musisi, melainkan juga sebagai figur publik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kesimpulan
Kehilangan Vidi Aldiano meninggalkan lubang besar di dunia musik Indonesia. Dari rumah duka hingga pemakaman, deretan selebritas, tokoh, dan sahabat terus memperlihatkan rasa hormat yang mendalam lewat kehadiran, ucapan, dan simbol-simbol khusus. Meskipun hujan mengguyur, semangat persaudaraan tetap mengalir deras, mengukir kenangan abadi bagi Vidi Aldiano.












