PSPK – 10 Maret 2026 | BURIRAM – Rider muda asal Wonosari, Yogyakarta, Veda Ega Pratama mencuri perhatian dunia pada debutnya di kelas Moto3 GP Thailand 2026. Dengan performa yang mengingatkan banyak orang pada Marc Marquez, sang juara dunia, Veda langsung menjadi topik hangat di media sosial dan media internasional.
Debut Memukau di Sirkuit Chang
Pada Minggu, 1 Maret 2026, Veda menempati posisi kelima di sesi kualifikasi, menandai bahwa ia tidak sekadar hadir, melainkan siap bersaing. Saat memasuki pitstop, senyuman lebar yang terpancar dari wajahnya menarik perhatian tim, penonton, dan netizen. “Kayak Marc Marquez kalau jalan di pitstop selalu tersenyum,” tulis seorang penggemar di akun resmi Honda Team Asia, berharap energi positif tersebut menular ke juara dunia.
Selama balapan, Veda sempat melaju hingga posisi ketiga pada putaran ketujuh, menandai akselerasi yang jarang terlihat pada pembalap debut. Meskipun pada lima lap terakhir ia harus mengalahkan tekanan di Tikungan 5 melawan pembalap berpengalaman seperti Alvaro Carpe dan Adrian Fernandez, Veda tetap menjaga ritme dan menutup balapan di posisi kelima, hanya terpaut tipis dari podium.
Reaksi Netizen dan Media Internasional
Keberhasilan Veda tidak hanya menjadi sorotan di Indonesia. Media Jerman Speedweek memuji kekuatan Veda dengan menyebutnya setara dengan pembalap binaan Marc Marquez, Maximo Quiles. Pujian tersebut menggarisbawahi bahwa catatan finis Veda di posisi kelima persis sama dengan prestasi Quiles pada debutnya tahun 2025.
- Posisi kualifikasi: 5
- Posisi tertinggi selama balapan: 3
- Posisi akhir: 5
- Selisih waktu dengan podium: kurang dari 0,2 detik
Di media sosial, ribuan komentar mengangkat nama Veda sebagai “generasi baru Marc Marquez”. Banyak yang menyoroti aura positifnya, ketenangan di pitstop, serta semangat kompetitif yang mengingatkan pada gaya ikonik Marquez di luar lintasan.
Statistik dan Perbandingan dengan Marc Marquez
Untuk menilai seberapa dekat perbandingan tersebut, berikut data singkat antara Veda dan Marc Marquez pada debut mereka di kelas menengah (Moto2 untuk Marquez, Moto3 untuk Veda):
| Pembalap | Posisi Kualifikasi | Posisi Tertinggi | Posisi Akhir | Selisih dengan Podium |
|---|---|---|---|---|
| Marc Marquez (2012, Moto2) | 6 | 2 | 3 | 0,15 detik |
| Veda Ega Pratama (2026, Moto3) | 5 | 3 | 5 | 0,18 detik |
Data tersebut menunjukkan pola serupa: debut yang kuat, kemampuan menembus posisi teratas, dan selisih waktu yang sangat tipis dengan pembalap podium.
Harapan dan Tantangan Kedepan
Tim Honda Team Asia mengumumkan bahwa Veda akan terus dikembangkan dalam program pengembangan rider muda. “Kami melihat potensi luar biasa pada Veda. Dengan bimbingan teknis yang tepat, ia bisa menjadi juara dunia dalam beberapa musim ke depan,” ujar manajer tim.
Sementara itu, persaingan di kelas Moto3 semakin ketat, dengan pembalap-pembalap baru dari seluruh dunia yang bertekad mengukir sejarah. Bagi Veda, konsistensi menjadi kunci. Menjaga kecepatan, mengasah strategi pitstop, dan mempertahankan mentalitas positif yang membuatnya layak disebut “generasi baru Marc Marquez” akan menjadi tantangan utama.
Secara keseluruhan, debut Veda Ega Pratama di GP Thailand 2026 tidak hanya menambah catatan prestasi pribadi, melainkan juga mengukir babak baru dalam sejarah balap motor Indonesia. Jika tren ini berlanjut, nama Veda dapat segera melambung bersama legenda MotoGP, menorehkan prestasi di level global dan menginspirasi generasi muda Indonesia untuk menembus arena internasional.












