PSPK – 04 Maret 2026 | DAZN kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam dunia streaming olahraga internasional dengan memperoleh hak eksklusif menyiarkan FIFA World Cup 2026 di Italia. Keputusan ini tidak hanya memperkuat eksistensi platform di pasar Eropa, tetapi juga menambah tekanan pada kompetitor yang masih berjuang mengamankan konten premium.
Sebagai pelaksana hak siar resmi, DAZN akan menyiarkan seluruh 64 laga, termasuk fase grup, babak knockout, hingga final, melalui layanan streamingnya yang dapat diakses di perangkat seluler, smart TV, dan desktop. Penggemar sepak bola Italia kini dapat menantikan pengalaman menonton yang bebas iklan dan dilengkapi dengan statistik real‑time, sorotan multi‑kamera, serta komentar dalam bahasa Italia.
Strategi Ekspansi DAZN di Luar Sepak Bola
Selain sepak bola, DAZN juga memperluas portofolio konten olahraga lainnya. Pada pekan yang sama, platform ini menggelar acara eksklusif bersama bintang sepak bola Argentina, Lautaro Martínez, yang dihadiri secara virtual melalui aplikasi DAZN. Acara tanya‑jawab tersebut berhasil menarik ribuan penonton, menegaskan daya tarik DAZN bagi generasi milenial yang lebih menyukai interaksi langsung dengan atlet.
Tak hanya itu, DAZN menjadi satu‑satunya kanal resmi yang menyiarkan kualifikasi FIBA Women’s Basketball World Cup 2026. Jadwal lengkap dan daftar negara peserta dapat diakses melalui portal DAZN, memberikan peluang bagi penggemar bola basket wanita untuk mengikuti kompetisi internasional tanpa harus beralih ke layanan lain.
Kontroversi Boxing dan Dampaknya pada Hubungan Distribusi
Di tengah sorotan positif tersebut, DAZN terlibat dalam perseteruan hukum yang melibatkan petinju muda berbakat Vergil Ortiz Jr. dan promotornya, Golden Boy Promotions. Ortiz mengajukan gugatan pada awal tahun 2024 untuk memutuskan kontrak tiga tahun yang ditandatangani dengan Golden Boy, dengan dalil bahwa perusahaan tersebut tidak lagi memiliki hubungan distribusi aktif dengan DAZN setelah kontrak resmi berakhir pada 31 Desember 2024.
Golden Boy berargumen bahwa meski kontrak utama berakhir, mereka tetap menyiarkan acara di DAZN pada bulan Januari dan memiliki jadwal siaran pada bulan Maret, sehingga hubungan distribusi masih berjalan. Perselisihan ini memuncak ketika hakim Cristina D. Silva mengeluarkan perintah sementara yang melarang Ortiz menandatangani kontrak dengan promotor lain hingga arbitrase selesai, yang dijadwalkan selesai pada 2 September.
Kasus ini menyoroti betapa pentingnya hak distribusi dalam dunia boxing. Tanpa platform streaming yang kuat seperti DAZN, promotor kesulitan menjangkau audiens global, sementara petinju kehilangan peluang pendapatan signifikan. Meskipun DAZN tidak secara langsung terlibat dalam litigasi, keberlangsungan hubungan dengan Golden Boy menjadi sorotan utama, terutama mengingat rencana pertarungan Ortiz melawan Jaron Ennis yang kini terancam.
Implikasi bagi Pengguna dan Pasar
- Pengguna: Penonton di Italia dan negara‑negara lain akan menikmati akses terpusat ke acara sepak bola, basket, dan boxing melalui satu platform, mengurangi kebutuhan berlangganan beberapa layanan.
- Pasar: Keputusan DAZN untuk mengamankan hak eksklusif Piala Dunia 2026 meningkatkan nilai tawar platform dalam negosiasi hak siar masa depan, sekaligus menekan kompetitor seperti ESPN dan Sky.
- Boxing: Perselisihan hukum menggarisbawahi pentingnya kontrak distribusi yang jelas antara promotor dan platform streaming, yang dapat mempengaruhi jadwal pertarungan besar.
Secara keseluruhan, langkah strategis DAZN dalam mengakuisisi hak eksklusif Piala Dunia 2026 serta memperluas penawaran pada olahraga lain menegaskan komitmen platform untuk menjadi pusat hiburan olahraga digital. Namun, dinamika hukum di dunia boxing menunjukkan bahwa keberhasilan jangka panjang tidak hanya bergantung pada akuisisi hak, melainkan juga pada kemampuan mengelola hubungan dengan mitra konten.
Dengan agenda yang padat mulai dari turnamen sepak bola terbesar hingga kualifikasi basket wanita dan interaksi eksklusif dengan bintang olahraga, DAZN berada pada posisi yang menguntungkan untuk menguasai pasar streaming olahraga global. Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa semua pihak – promotor, atlet, dan penonton – dapat menikmati manfaat tanpa terhambat oleh sengketa hukum yang berlarut.












