PSPK – 29 Maret 2026 | Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mulai ramai sejak beberapa tahun terakhir, terutama untuk segmen entry‑level dengan harga terjangkau. Penurunan nilai kendaraan listrik dalam 2–3 tahun pertama membuka peluang bagi konsumen yang ingin memiliki mobil ramah lingkungan dengan budget sekitar satu ratus juta rupiah.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga mobil listrik bekas meliputi kondisi baterai, total jarak tempuh, serta sisa garansi pabrikan. Kendaraan dengan baterai yang masih sehat dan masih berada dalam masa garansi biasanya dijual pada kisaran harga yang lebih tinggi.
| No | Model | Harga Bekas (Rentang) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Wuling Air EV | Rp100‑170 juta | Model paling banyak ditemui di pasar bekas, variasi harga tergantung kondisi dan tipe. |
| 2 | DFSK Gelora E (Blind Van/Minibus) | Rp100‑200 juta | Mobil listrik niaga yang cocok untuk usaha, hadir dalam varian van atau minibuss. |
| 3 | Nissan Leaf (generasi lama) | sekitar Rp100 juta | Unit lawas yang mulai turun harga, persediaan masih terbatas. |
| 4 | VinFast VF3 | Rp170‑190 juta | Kompak untuk penggunaan perkotaan, harga bekas sedikit di atas 100 juta. |
| 5 | BYD Atto 1 Standard Range | di bawah Rp150 juta | Model baru yang masuk pasar sekitar satu tahun lalu, harga bekas lebih terjangkau dibandingkan baru. |
Dengan variasi pilihan di atas, konsumen dapat menyesuaikan kebutuhan serta budget mereka. Memilih mobil listrik bekas yang masih memiliki baterai dalam kondisi baik dan garansi tersisa akan memberikan nilai lebih dalam jangka panjang.












