PSPK – 07 Maret 2026 | Sabtu, 7 Maret 2026, Stadion Unipol Domus menjadi saksi dramatis antara Cagliari dan Como 1907 dalam pekan ke‑28 Liga Italia 2025/2026. Dengan skor akhir 1‑2, Como berhasil mencuri tiga poin penting berkat gol penentu Lucas Da Cunha pada menit ke‑76. Kemenangan ini tidak hanya mengangkat tim yang dimiliki oleh konsorsium Indonesia ke posisi empat klasemen, melampaui AS Roma, tetapi juga menegaskan ambisi pelatih asal Spanyol, Cesc Fabregas, untuk menembus zona Liga Champions.
Detail Pertandingan
Gol pembuka datang lebih dulu melalui Martin Baturina pada menit ke‑14. Baturina menerima umpan lepas di dalam kotak penalti Cagliari, lalu melepaskan tembakan datar ke sudut kanan gawang tamu. Como menahan keunggulan tersebut hingga babak pertama usai, meski Cagliari berusaha keras menyeimbangkan skor. Pada menit ke‑55, Sebastiano Esposito menyamakan kedudukan bagi Cagliari setelah menanduk bola di dalam kotak penalti. Namun, kegigihan Como kembali terbayar ketika Lucas Da Cunha, yang sebelumnya dikenal dengan tembakan jarak jauh, mengeksekusi gol roket pada menit ke‑76, menutup skor menjadi 1‑2.
Sorotan Taktik dan Pemain Kunci
Pelatih Cesc Fabregas menekankan pentingnya disiplin pertahanan, terutama dalam menahan serangan balik Cagliari yang dipimpin oleh Michael Folorunsho. Pertahanan Como berhasil meredam beberapa peluang kritis, termasuk blok tembakan Folorunsho pada menit ke‑31. Di lini serang, kombinasi antara Baturina, Da Cunha, dan kehadiran pemain berpengalaman seperti Alvaro Morata (menurut prediksi tim) memberikan tekanan konstan pada lini belakang Cagliari.
- Lucas Da Cunha: Gol penentu, menunjukkan kecepatan dan akurasi tembakan.
- Martin Baturina: Pembuka skor, menegaskan kemampuan serangan awal Como.
- Sebastiano Esposito: Satu-satunya gol Cagliari, menambah ketegangan pertandingan.
- Cesc Fabregas: Manajer yang menekankan proses pembangunan tim, bukan target jangka pendek.
Jadwal Siaran Langsung dan Penonton
Pertandingan yang dimulai pukul 21.00 WIB disiarkan secara live di platform Vidio, memungkinkan jutaan penggemar di Indonesia menyaksikan aksi tim yang dimiliki oleh Mirwan Suwarso, presiden Como. Keberadaan presiden tersebut di stadion menambah nuansa kebanggaan nasional, mengingat Como adalah satu‑satunya klub Serie A yang dimiliki oleh investor Indonesia.
Prediksi, Formasi, dan Harapan Kedepan
Menurut prediksi yang dirilis menjelang laga, Como diperkirakan akan menurunkan formasi 4‑3‑3 dengan Alvaro Morata, Lucas Da Cunha, dan Tasos Douvikas sebagai penyerang utama. Sementara Cagliari, yang dipimpin Fabio Pisacane, diprediksi menggunakan formasi 3‑5‑2 dengan Michael Folorunsho sebagai ujung serang.
Fabregas menyatakan, “Saya tidak menetapkan target khusus sejak awal musim. Fokus saya adalah membangun kondisi tim dan suasana kerja yang baik. Untuk 11 pertandingan terakhir, saya berharap bisa berjuang untuk tiga poin.” Pernyataan tersebut terbukti tepat ketika Como berhasil mengamankan tiga poin penting.
Keberhasilan ini memberi Como jarak tiga poin dari AS Roma di posisi keempat dan satu poin dari Juventus di posisi kelima. Dengan masih tersisa 11 pertandingan, tim Fabregas berada pada posisi strategis untuk bersaing memperebutkan tiket Liga Champions.
Di sisi lain, Cagliari kini berada di peringkat ke‑13, masih berjuang menjauhkan diri dari zona degradasi. Kekonsistenan pertahanan menjadi tantangan utama bagi mereka menjelang sisa musim.
Dengan hasil ini, Como tidak hanya menambah poin, tetapi juga menegaskan bahwa investasi Indonesia di sepak bola Eropa dapat menghasilkan prestasi nyata. Penampilan impresif Lucas Da Cunha dan konsistensi taktik Fabregas menjadi faktor penentu yang akan terus dipantau oleh para penggemar.
Ke depan, Como akan menghadap Juventus dalam laga berikutnya, sementara Cagliari berupaya mengumpulkan poin melawan Pisa. Pertarungan ini menambah drama Serie A menjelang akhir musim.
Dengan tiga poin di tangan, Como siap melangkah ke babak berikutnya dengan keyakinan tinggi, menargetkan posisi empat besar dan tiket Liga Champions.












