Project Seru Penuh Kejutan
Nature  

Cara Kerja Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat: Hanya Tangani Sampah di Area Sentral Pariwisata, di Pinggiran Kota Tak Terurus

March 27, 2026 • 0 Views
Cara Kerja Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat: Hanya Tangani Sampah di Area Sentral Pariwisata, di Pinggiran Kota Tak Terurus
Cara Kerja Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat: Hanya Tangani Sampah di Area Sentral Pariwisata, di Pinggiran Kota Tak Terurus

PSPK – 27 Maret 2026 | Vinsensius Gande, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat, melaporkan melalui grup WhatsApp koordinasi pada 23 Maret bahwa timnya—yang dijuluki “pasukan kuning”—telah membersihkan sampah di Kampung Ujung, pusat kuliner Labuan Bajo. Laporan tersebut disambut dengan emoji jempol dari Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah, yang memuji dedikasi petugas meski sedang libur Lebaran.

  • Piket bergilir: jadwal petugas lapangan diatur secara rotasi sehingga titik‑titik vital tetap terjaga.
  • Monitoring cepat: petugas melaporkan kondisi jalan dan sampah secara real‑time melalui media digital.
  • Respons tanggap: penanganan segera pada area publik yang mengalami lonjakan volume sampah akibat aktivitas wisata.

Strategi ini memang efektif di area pusat pariwisata, namun di pinggiran kota kondisi berbeda. Di sepanjang jalur luar Kampung Kaper, Desa Golo Bilas sampai Desa Gorontalo, sekitar dua kilometer dari Labuan Bajo, tumpukan sampah menumpuk. Bau tengik menyebar, terdiri dari plastik, material bangunan, dan sebagian dibakar atau membusuk. Sampah tersebut tampaknya baru saja dibuang oleh warga setempat.

Vinsensius tidak memberikan komentar saat dihubungi mengenai tumpukan tersebut. Dalam wawancara sebelumnya, ia menebak bahwa puing‑puing bangunan berasal dari proyek hotel atau resor yang sedang dibangun, sementara sampah plastik berasal dari rumah tangga yang tidak berlangganan layanan pengangkutan resmi.

Dinas mengakui keterbatasan tenaga kerja dan armada kendaraan, sehingga fokus pengangkutan terbatas pada Jalan Trans Flores. Sampah yang berhasil diangkut dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka di Desa Warloka, kemudian dikelola bersama komunitas lokal dan pemulung.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan alokasi sumber daya Dinas Lingkungan Hidup. Sementara area wisata utama mendapat perhatian penuh, kawasan pinggiran yang semakin berkembang tampak kurang terlayani, berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan citra pariwisata Labuan Bajo secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *