PSPK – 16 Maret 2026 | Acara Lenovo Tech World 2026 di Hong Kong menandai titik penting bagi transformasi digital di kawasan Asia‑Pasifik. Pada sesi roundtable yang dihadiri eksekutif senior Lenovo, disampaikan bahwa wilayah ini telah melampaui fase percobaan AI dan kini berfokus pada pengoperasian AI berskala perusahaan (Enterprise AI) untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang nyata.
Para pemimpin menekankan pergeseran utama: dari sekadar Proof of Concept (PoC) ke implementasi AI yang langsung memengaruhi operasi dan strategi. Tantangan bukan lagi “apakah AI dapat bekerja”, melainkan “bagaimana menskalakan AI agar menghasilkan keuntungan”.
- 96 % organisasi di Asia‑Pasifik berencana menambah anggaran AI pada tahun 2026, dengan pertumbuhan minimal 15 % tahun‑ke‑tahun.
- Rata‑rata pengembalian investasi (ROI) mencapai US$2,85 untuk setiap dolar yang diinvestasikan.
- 88 % CIO menganggap privasi, keamanan, dan kepatuhan regulasi sebagai prioritas utama dalam adopsi AI.
Matt Codrington, Vice President dan General Manager Lenovo Greater Asia Pacific, menyatakan bahwa AI kini menjadi prioritas utama bagi CIO dan CEO di kawasan ini, sebagaimana tercermin dalam temuan CIO Playbook 2026.
Untuk menjawab kebutuhan skalabilitas, Art Hu, SVP Global CIO Lenovo sekaligus Chief Technology & Delivery Officer SSG, memperkenalkan kerangka kerja “Hybrid AI Advantage”. Kerangka ini mencakup infrastruktur modular yang disebut “Hybrid AI Factory”, meliputi:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| AI PC | Memberikan kemampuan AI langsung di perangkat pengguna. |
| AI Edge | Memproses data secara real‑time di lokasi terdekat. |
| AI Cloud | Pusat data skala besar untuk beban kerja AI yang intensif. |
Strategi hibrida menggabungkan data publik dan data internal perusahaan yang diamankan, memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang menjadi perhatian 88 % CIO.
Tren menarik lain adalah meningkatnya minat pada “Agentic AI”, sistem yang tidak hanya menganalisis tetapi juga dapat mengambil tindakan secara mandiri dalam batas tertentu. Linda Yao, Vice President & General Manager Hybrid Cloud & AI Solutions Lenovo SSG, mencatat bahwa ketertarikan pada agen AI telah meningkat dua kali lipat dalam setahun terakhir.
Contoh penerapan nyata ditunjukkan melalui proyek Lenovo dengan FIFA, yang membangun pusat komando cerdas untuk mengintegrasikan data operasional stadion dengan analisis perilaku penggemar secara real‑time. Di dalam Lenovo sendiri, agen AI bernama iChain mengelola rantai pasok global, memungkinkan koordinasi ribuan pemasok setiap detik.
Dengan ekosistem Hybrid AI Advantage, Lenovo berharap organisasi di Asia‑Pasifik dapat mempercepat transisi ke Enterprise AI, memaksimalkan nilai investasi, serta menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.












