PSPK – 06 Maret 2026 | Apple secara resmi memperluas rangkaian laptopnya dengan memperkenalkan MacBook Neo, sebuah perangkat entry‑level yang dibanderol mulai US$599 atau sekitar Rp 10,1 juta. Peluncuran ini menandai upaya Apple menembus segmen pasar yang sensitif terhadap harga, khususnya pelajar dan pengguna pemula.
Harga dan ketersediaan MacBook Neo tersedia dalam dua varian penyimpanan dengan RAM 8 GB terintegrasi:
- Penyimpanan 256 GB – US$599 (≈ Rp 10,1 juta)
- Penyimpanan 512 GB – US$699 (≈ Rp 11,7 juta), dilengkapi Touch ID
Pre‑order dibuka pada 4 Maret 2026 dan pengiriman dijadwalkan mulai 11 Maret 2026 melalui gerai resmi Apple.
Desain dan layar Dengan bobot hanya 1,23 kg, MacBook Neo hadir dalam empat pilihan warna cerah: Silver, Blush, Citrus, dan Indigo. Layar LCD IPS Liquid Retina berukuran 13 inci menawarkan resolusi 2408 × 1506 pixel, rasio 3:2, refresh rate 60 Hz, dan kecerahan hingga 500 nits. Kamera FaceTime beresolusi 1080 p HD disediakan untuk video call.
Performa Mesin ini ditenagai chipset A18 Pro, sama seperti yang digunakan pada iPhone 16 Pro. Apple mengklaim peningkatan kecepatan browsing 50 % dibandingkan generasi sebelumnya serta kemampuan AI on‑device tiga kali lebih cepat daripada laptop Windows berbasis Intel Core Ultra 5.
Penyesuaian perangkat keras Untuk menekan biaya, beberapa komponen disederhanakan:
- Keyboard Magic Keyboard tanpa lampu latar; Touch ID hanya pada varian 512 GB.
- Trackpad multi‑touch tanpa umpan balik haptik Force Touch.
- Speaker sisi bodi mendukung audio spasial dan Dolby Atmos, dilengkapi mikrofon ganda dengan beamforming.
- Dua port USB‑C (satu USB 3 dengan DisplayPort, satu USB 2) serta jack headphone 3,5 mm.
Kapasitas baterai Ditenagai baterai lithium‑ion 36,5 Wh, perangkat dapat bertahan hingga 16 jam saat streaming video atau 11 jam saat menjelajah web.
Strategi pasar Dengan harga di bawah Rp 12 juta, MacBook Neo diposisikan sebagai pesaing langsung Chromebook dan laptop Windows kelas menengah‑bawah. Analisis pasar memperkirakan perangkat ini dapat mengubah dinamika segmen edukasi dan pekerja pemula, sekaligus menantang margin produksi Apple yang tradisionalnya tinggi.












