PSPK – 15 Maret 2026 | St. Jakobshalle, Basel – Pebulutangkis tunggal putra asal Surakarta, Alwi Farhan (peringkat 14 dunia), menorehkan prestasi spektakuler pada babak semifinal Swiss Open 2026 dengan mengalahkan unggulan pertama China, Li Shi Feng (peringkat 7 dunia). Kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-10 dan 21-19 mengukir catatan penting dalam karier sang atlet berusia 20 tahun.
Semifinal yang berlangsung pada Minggu dini hari WIB menampilkan serangkaian momen dramatis. Pada gim pertama, Alwi mendominasi sejak menit pertama. Variasi serangan yang tajam dan penempatan pukulan ke sudut-sudut lapangan membuat Li Shi Feng terpaksa menurunkan poin secara cepat. Alwi melaju dengan keunggulan 8-3, kemudian 11-6 pada jeda, dan menutup gim pertama dengan selisih 21-10. Keunggulan tersebut menciptakan head‑to‑head pertama antara keduanya menjadi 1-0 untuk Indonesia.
Gim Kedua: Tikungan Maut yang Mengguncang
Li Shi Feng kembali bangkit pada gim kedua dengan menekan Alwi sejak awalan. Skor sempat berbalik menjadi 1-3, 3-4, 5-6, dan bahkan 5-11 saat jeda pertama berakhir. Li menguasai lapangan, menempatkan Alwi dalam posisi defensif yang sulit. Namun, Alwi menampilkan ketangguhan mental yang luar biasa. Dari ketinggalan 6-16, ia melakukan serangkaian serangan berirama, mencetak 12 poin beruntun dan membalikkan keadaan menjadi 18-16.
Setelah titik balik tersebut, duel semakin sengit. Alwi menutup gim kedua dengan serangkaian pukulan silang akurat, mengamankan poin terakhir 21-19. Kemenangan ini menandai “tikungan maut” 12 poin yang menjadi kunci utama Alwi melaju ke final.
Jalur Menuju Final
- Babak pertama: Mengalahkan Hu Zhe An (21-18, 21-10).
- Babak 16 besar: Menundukkan Jia Heng Jason Teh (21-17, 22-20).
- Perempat final: Mengalahkan Jason Gunawan (21-14, 21-15).
- Semifinal: Mengalahkan Li Shi Feng (21-10, 21-19).
Dengan serangkaian kemenangan tanpa kecolongan, Alwi menjadi wakil tunggal putra Indonesia yang pertama kali menembus final Swiss Open sejak Macai Open 2025.
Final yang Menanti
Final Swiss Open 2026 dijadwalkan pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 17.00 WIB. Alwi Farhan akan bertemu dengan wakil Jepang, Yushi Tanaka, yang sebelumnya mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting di semifinal. Pertandingan akhir ini akan menjadi ujian terakhir bagi Alwi dalam turnamen BWF World Tour Super 300, sekaligus peluang emas bagi Indonesia untuk menambah koleksi gelar internasional.
Sebagai bagian dari penyiaran resmi, final dapat disaksikan secara live streaming melalui platform Vidio, tanpa perlu mengakses tautan eksternal. Pertandingan akhir akan menjadi bagian dari rangkaian lima partai, termasuk sektor ganda putri, ganda putra, dan ganda campuran, di mana wakil China tetap menjadi kekuatan dominan.
Keberhasilan Alwi Farhan menembus final tidak hanya menambah kebanggaan nasional, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen talenta bulu tangkis muda yang siap bersaing di panggung dunia. Jika Alwi berhasil menjuarai Swiss Open, ia akan menambah daftar juara Super 300 Indonesia, melengkapi pencapaian sebelumnya di Macai Open 2025.
Para penggemar bulu tangkis di seluruh negeri kini menantikan aksi akhir yang penuh strategi, kecepatan, dan keberanian. Dengan mental baja dan teknik yang terus berkembang, Alwi Farhan siap menuliskan babak baru dalam sejarah bulu tangkis Indonesia.












