PSPK – 10 Maret 2026 | Era kecerdasan buatan (AI) tidak meminggirkan bahasa Inggris sebagai bahasa utama bisnis global. Sebaliknya, kehadiran AI justru meningkatkan kebutuhan akan kemampuan bahasa Inggris, terutama dalam konteks komunikasi digital dan kolaborasi lintas negara.
Data terbaru berasal dari TOEIC Global English Skills Report yang disusun oleh Educational Testing Service (ETS) dan dipresentasikan secara global di Jakarta. Survei melibatkan 1.300 profesional Sumber Daya Manusia (HR) dari 17 negara. Temuan utama menunjukkan bahwa bahasa Inggris tetap menjadi kapabilitas bisnis yang tak dapat ditawar.
- 81% pemberi kerja menyatakan bahwa AI meningkatkan permintaan akan kemampuan bahasa Inggris.
- Di Indonesia, 100% profesional HR yang disurvei menilai kemahiran bahasa Inggris jauh lebih penting dibandingkan lima tahun lalu.
- 87% responden berpendapat karyawan yang tidak menguasai bahasa Inggris berada pada posisi profesional yang kurang menguntungkan.
- 91% percaya standar kemampuan melalui tes TOEIC akan memperluas mobilitas tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional.
Dalam konteks Indonesia, temuan ini menegaskan ambisi negara untuk bersaing di rantai pasok global. Standarisasi kemampuan bahasa melalui tes TOEIC dianggap kunci utama, mengingat perusahaan kini mengandalkan penilaian berbasis tes yang kredibel dalam proses rekrutmen digital.
ETS juga memperkenalkan TOEIC Link, platform asesmen daring modular yang memberikan hasil secara real-time. Solusi ini dirancang untuk mempercepat proses rekrutmen, pelatihan, hingga upskilling karyawan, selaras dengan agenda transformasi ekonomi digital nasional.
Dengan data ini, diharapkan para pendidik, pembuat kebijakan, dan pemimpin perusahaan di Indonesia dapat memperkuat daya saing sumber daya manusia di kancah global.












