PSPK – 05 Maret 2026 | Menjelang maghrib, ribuan penonton di Indonesia mencari cara untuk mengisi waktu ngabuburit dengan sesuatu yang menghibur sekaligus menginspirasi menu sahur atau berbuka. Salah satu tren yang semakin populer adalah menonton drama Korea (drakor) yang mengangkat tema kuliner. Tidak hanya menampilkan kisah cinta atau intrik, lima judul berikut berhasil menembus rating dua digit, menjamin kualitas cerita sekaligus menyajikan ide-ide masakan yang bisa dijadikan referensi menu Ramadan.
Bon Appétit, Your Majesty
Drama pertama yang menempati posisi teratas adalah Bon Appétit, Your Majesty. Dengan rating mencapai 17,107 %, serial ini menjadi perbincangan hangat saat penayangannya. Mengusung dua latar waktu – era Joseon dan masa modern – cerita berpusat pada koki Prancis Yeon Ji‑Young (Im Yoon Ah) yang secara misterius terlempar ke masa lalu. Ia harus menyajikan masakan inovatif untuk Raja Lee Heon (Lee Chae Min), seorang tiran yang ternyata dapat diluluhkan oleh rasa. Kombinasi perjalanan waktu, persaingan istana, dan resep-resep mewah membuat penonton tak hanya terhibur, namun juga memperoleh inspirasi menu fusion untuk berbuka.
Mr. Queen
Berikutnya, Mr. Queen meraih rating 17,371 % meski sempat menuai kontroversi karena dianggap mendistorsi sejarah. Serial ini mengisahkan seorang koki laki‑laki modern yang terbangun di tubuh Ratu Kim So‑Young (Shin Hye Sun) pada era Dinasti Joseon. Dengan kemampuan kuliner yang luar biasa, Ratu Kim menggunakan masakannya untuk membantu sang Raja mengatasi krisis istana. Adegan-adegan dapur yang penuh intrik serta komedi situasi membuat Mr. Queen menjadi pilihan tepat untuk mengusir rasa lapar sambil menunggu adzan maghrib.
Pasta
Berbeda dengan setting kerajaan, Pasta menawarkan latar restoran Italia kelas atas bernama La Sfera. Dirilis pada tahun 2010, drama ini mencetak rating tertinggi 21,5 % dan menyoroti perjuangan Seo Yoo‑Kyung (Gong Hyo Jin) yang bertekad menjadi koki pasta profesional. Konflik muncul ketika kepala koki baru, Choi Hyun‑Wook (Lee Sun Kyun), menolak keberadaan koki perempuan dan menegakkan standar perfeksionis yang menekan suasana dapur. Bagi penonton yang gemar masakan Italia, Pasta tidak hanya menampilkan visual makanan yang menggugah selera, tetapi juga mengajarkan pentingnya ketekunan dan kerja sama tim dalam dunia kuliner.
Bread, Love and Dreams
Serial legendaris Bread, Love and Dreams mencatat rating luar biasa sebesar 50,8 % selama penayangan, menjadikannya salah satu drakor paling sukses di era 2000‑an. Berlatar tahun 1970‑1990, drama ini mengikuti Kim Tak‑Goo (Yoon Shi Yoon), anak direktur perusahaan roti terbesar Korea Selatan, yang berjuang menjadi “raja roti”. Persaingan warisan perusahaan, intrik keluarga, dan percintaan yang rumit menambah kedalaman cerita. Setiap episode menyuguhkan proses pembuatan roti tradisional yang dapat menjadi inspirasi menu sahur sederhana namun bergizi.
Jewel in the Palace (Dae Jang Geum)
Terakhir, Jewel in the Palace atau Dae Jang Geum menutup daftar dengan rating 45,8 %. Drama ini mengangkat kisah nyata Seo Jang‑Geum (Lee Young‑Ae), seorang yatim piatu yang memulai karier sebagai dayang dapur di istana Joseon, kemudian bangkit menjadi tabib dan koki terkemuka. Keberanian Jang‑Geum melawan budaya patriarki sekaligus mengembangkan resep-resep herbal yang kini menjadi warisan kuliner Korea. Penonton dapat memetik pelajaran tentang penggunaan bahan alami dalam menu berbuka puasa, seperti sup jamur ginseng atau kimchi fermentasi.
Kelima drakor di atas tidak hanya berhasil menembus rating dua digit, tetapi juga menyajikan visual makanan yang menggiurkan, teknik memasak yang dapat diadaptasi, serta nilai moral yang relevan dengan semangat Ramadan. Menonton salah satu serial ini sambil menyiapkan hidangan berbuka dapat menciptakan suasana hangat, meningkatkan kreativitas dapur, dan menambah kebersamaan keluarga.
Dengan pilihan menu yang bervariasi – mulai dari masakan Prancis‑Korea, hidangan istana tradisional, pasta Italia, roti klasik, hingga resep herbal kuno – para penonton dapat menemukan ide-ide baru untuk sahur dan berbuka. Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan camilan ringan, nyalakan layar, dan biarkan drakor kuliner menjadi teman setia menjelang azan maghrib.












