PSPK – 26 Februari 2026 | Singapura kembali menjadi sorotan dunia olahraga setelah para atlet lokal menorehkan kemenangan mengejutkan pada hari kedua turnamen World Table Tennis (WTT) Singapore Smash. Duo putri berpasangan, Zeng Jian dan Ser Lin Qian, berhasil menyingkirkan juara Afrika, Dina Meshref dan Hana Goda, dengan skor 3-1 dalam pertandingan putri ganda babak 32 besar.
Perjalanan Zeng-Jian dan Ser-Lin Qian
Di hadapan 2.530 penonton di OCBC Arena, Kallang, pasangan nomor 120 dunia asal Singapura menampilkan permainan yang penuh taktik dan chemistri. Setelah kalah 6-11 pada set pertama, mereka bangkit dengan menyerang agresif, memenangi tiga set berikutnya (11-5, 11-5, 11-8). Kemenangan ini tidak hanya mengantar mereka ke babak 16, tetapi juga menambah kepercayaan diri Ser Lin Qian, yang berusia 19 tahun.
Ser mengungkapkan rasa terkejutnya, “Sangat mengejutkan berada di posisi ini, saya hanya datang untuk belajar.” Ia menambahkan, “Zeng Jian senior saya, ketika bermain bersamanya saya tidak merasa tertekan. Apapun yang terjadi, dia selalu mengingatkan untuk fokus pada poin selanjutnya.”
Zeng, yang sebelumnya pernah berpasangan dengan Meshref, menjelaskan lewat penerjemah, “Kemenangan ini sebagian berkat keberuntungan dan gaya bermain lawan. Kami mengandalkan taktik dan chemistry kami.”
Bagaimana Posisi Mereka di Turnamen
Pasangan wildcard ini akan berhadapan dengan duo bertaraf dunia, pasangan kedua unggulan Jepang‑Korea, Satsuki Odo dan Joo Cheon-hui, pada tanggal 24 Februari. Sementara di cabang lain, pasangan putra Clarence Chew dan Josh Chua, nomor 104 dunia, juga mencatat kemenangan dramatis melawan pasangan Slovakia peringkat 17, Lubomir Pistej dan Jakub Zelinka, dengan skor 3-2.
Prestasi dan Tantangan Atlet Singapura Lainnya
Di nomor tunggal putra, Koen Pang (peringkat 178) hampir mengalahkan Patrick Franziska (peringkat 23) dari Jerman, sempat unggul hingga tiga set pertama sebelum akhirnya kalah 2-3. Pang menjelaskan, “Saya tidak menemukan ritme di set pertama, tetapi setelahnya saya menjadi lebih agresif dan membuat lebih sedikit kesalahan.”
Namun, duo campuran Pang dan Zeng harus menyerah 0-3 melawan pasangan India, Manush Shah dan Diya Chitale, yang peringkatnya jauh lebih tinggi. Pang menilai lawan mereka sangat terorganisir dan menguasai titik lemah timnya.
Di sisi lain, Tan Zhao Yun (peringkat 157) kalah 1-3 melawan Maria Xiao (peringkat 73) dari Spanyol, sementara Loy Ming Ying (peringkat 223) juga tersingkir oleh Elizabeta Samara (peringkat 43) dari Rumania.
Upset di Cabang Lain
Turnamen juga menyuguhkan kejutan di kategori ganda campuran. Wildcard Jerman, Qiu Dang dan Sabine Winter, mengalahkan pasangan Jepang berperingkat delapan, Sora Matsushima dan Miwa Harimoto, dengan skor 3-2. Sementara duo Chinese Taipei, Cheng I‑ching dan Lin Yun‑ju (peringkat 15 dunia) kalah 1-3 dari pasangan gabungan Hong Kong‑Korea, Baldwin Chan dan Kim Na‑yeong.
Di pertandingan tunggal putri, juara dunia asal Tiongkok, Sun Yingsha (peringkat satu), hampir terancam oleh Orawan Paranang (peringkat 84) dari Thailand, namun berhasil menang 3-1. Sun menegaskan kondisinya yang fit setelah kembali dari Asian Cup.
Makna Kemenangan bagi Tenis Meja Singapura
Kemenangan Zeng Jian dan Ser Lin Qian tidak hanya menambah angka kemenangan, tetapi juga menandai kebangkitan generasi muda Singapura di panggung internasional. Pelatih tim menilai, “Keberhasilan ini adalah bukti program pengembangan yang kami jalankan, serta mentalitas juara yang mulai terbentuk di kalangan pemain muda.”
Dengan total hadiah US$1,55 juta (S$1,97 juta), turnamen ini menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menguji taktik, memperbaiki mental, dan meraih poin ranking dunia. Meskipun beberapa pemain Singapura masih harus belajar mengatasi tekanan di level tertinggi, performa mereka di Singapore Smash memberikan harapan besar bagi masa depan tenis meja nasional.
Ke depan, para pemain akan kembali ke latihan intensif, memperbaiki strategi ganda, serta menyiapkan diri untuk kompetisi regional dan dunia berikutnya. Jika mereka dapat mempertahankan semangat dan kerja keras yang terlihat di Kallang, Singapore Smash mungkin hanya menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih gemilang.












